pesanan-baju-kaos
37 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 17 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Afkar

Human Capital

Jusman SD

Dedi Junaedi by Dedi Junaedi
28 July 2019
in Afkar
0
Human Capital

Dalam ekonomi digital batas kemajuan manusia bersumber daya iptek hanyalah ruang imajinasi yang dimilikinya. Jika ruang imajinasi sempit sebesar batok kelapa, maka dunia menjadi seperti katak dibawah tempurung.

Jika ruang imajinasi kita hanya seluas kolam maka ruang kemungkinan yang terbentuk seperti ruang yang dimiliki ikan koi yang berenang dalam kolam sebesar akuarium. Ruang imajinasi dan daya kreativitas sebagai sumber mata air inovasi akan menjadi fondasi keberhasilan perusahaan di era digital.

Batas ruang gerak kemungkinan baru, jalan baru, produk layanan baru, produk baru dan ekosistem baru dimasa kini seolah tak terbatas.

Dalam era ekonomi digital ini ruang imajinasi kita perlu di tumbuh kembangkan agar kita mampu membuka belenggu potensi Pelanggan setia kita untuk berekplorasi menemukan “nilai tambah” individu ketika erinteraksi dengan produk barang dan Jasa Yang kita produksi.

BACA JUGA

Muslim yang Sempurna

Rasa Malu*

Muslim dengan Tuhannya

Menyikapi Ujian Hidup

Belajar dari Sejarah

Karena nya visi dan misi tiap perusahaan kini adalah membuka belenggu Yang membatasi ruang gerak konsumen untuk menciptakan nilai tambah . Kita perlu mengembangkan potensi pelanggan setia kita agar ketika ia menikmati produk yg diciptakan perusahaan kita seolah muncul sayap yang membuat pelanggan mampu terbang tinggi ke destinasi yang ia inginkan.

Customer now in the driving seat.

“In the emerging digital economy, the only limits, are the limits of imagination. We are entering an era where you create value by enabling customers to uncover and realize new possibilities of what might be.

An era where you create value by enabling customers to explore, define and choose what makes best sense for them. An era where you create value by giving wings to customers’ imaginations”

Cetak biru atau blue print perusahaan kini sangat tergantung pada Human Capital. Tangibel Asset atau modal kasat mata berupa tanah, bangunan dan aset bergerak lainnya memiliki laju pertumbuhan deret hitung, sementara intagible asset, modal yang tak kasat mata berbasis penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi memiliki laju pertumbuhan eksponensial.

Fokus pada peningkatan kapasitas penguasaan ilmu pengetahuan dan teknolgi dari SDM menjadi kata kunci.
******
Tahun 1991 seorang ekonom Elliot mengembangkan teori Human Capital untuk menonjolkan aspek kualitas SDM bukan quantity atau jumlah tenaga kerja Yang tersedia. Dia mencoba mendeskripsikan dilemma Yang dihadapi decision makers.

Investasi pada SDM tidak sama seperti investasi berwujud Gedung pabrik ataupun alat peralatan utama seperti permesinan. Yg jauh lebih mudah diukur rate of return on asset nya. Lama masa pakainya atau umur ekonomisnya.

Tenaga kerja karyawan dan staff ataupun manager mudah datang dan pergi. Salah kelola bisa seperti burung dalam sangkar terbuka pintu terbang kemana ia suka.

Mereka meski sudah di investasi dengan uang Yang cukup besar pun kadangkala bisa merajuk, cekcok dengan sesama , bertengkar dengan pimpinan mogok ataupun ngambek baik untuk laksanakan hak hak nya atau untuk hal hal sepele yang sumber nya tak diketahui.

Karenanya management Human Capital tidak mudah. More art than science.

Menempatkan Human Capital sebagai asset juga memiliki problem tersendiri dalam akuntansi. Nilai nya tidak dapat diukur dan dikuantifikasi seperti tanah bangunan ataupun mesin.

Semua expert atau tenaga kerja terdidik biasanya mengatakan mereka memiliki derajat kebebasan Yang tinggi. Bisa mengerjakan apa saja Yang ia mau. Suka suka sendiri.

Kata disiplin dan loyalti membuat kecerdasan dan intelektualitas tak jadi ukuran jenjang jabatan. Tak mudah menciptakan sistem berbasis Value of possition, Job Value dan job title seseorang.

Begitu juga habitat ataupun millieu dan ruang tempat bekerja para Manusia bersumber daya iptek tak juga mudah didefinisikan.

Dulu NASA pusat ruang angkasa Amerika memiliki motto “my laboratorium is my world”. Seolah dunia terbatas pada ruang laboratoriumnya para ahli nya saja.

Kini ia mengganti mindset dengan mengatakan “the world is my laboratorium”. Dunia adalah laboratorium kami.
Ruang imajinasi yang diciptakan sebagai ekosistem inovasi diperluas dengan mambangun jaringan kerja sama dengan para expert diseluruh dunia. Networking dan Collaboration menjadi kata kunci untuk menciptakan segala jenis kemungkinan baru, jalan baru penguasaan teknologi, dan cara baru dalam “proses discovery”.

Dengan kata lain musuh masa depan adalah keengganan untuk bekerja bersama. Kengganan untuk merengkuh pendapat berbeda dari orang lain. Isolasi dan “inward looking” jadi benteng yang mengkerdilkan daya inovasi.

Dalam persfektip seperti ini kata “peningkatan kapabilitas dan kapasitas” inovasi tidak lagi dapat dipersempit menjadi aturan aturan tentang absensi, pengisian formulir ataupun bentuk bentuk pengaturan untuk membatasi ruang gerak kebebasan berinteraksi. Tiap organisasi harus di transformasi menjadi “ruang discovery”, perusahaan di ubah menjadi laboratorium hidup untuk membuat eksperimentasi dari manusia bersumber daya iptek yang dimiliki.

Daya inovasi tiap meja dan ruang yang ada di satu kantor harus dibangkitkan. Manusia bersumber daya iptek perlu didaya gunakan dengan optimal. Kita tidak dapat lagi membangun “cubical space” ruang kerja seperti cell dalam kantor yang ada. Tak mungkin lagi manusia bersumber daya iptek tertidur sambil berfikir menatap layar komputer nya dalam ruang kubikal yang diperuntukkan sebagai ruang kerja nya.

Open Space, Ruang terbuka hijau, sumber jaringan internet tanpa batas menjadi medium kerja sama yang perlu dikembangkan sebagai “ruang kerja” untuk memperluas daya imajinasi. Tak mungkin lagi kini para expert dibelenggu di kursinya tidak dapat mengunjungi ruang seminar, workshop ataupun konferensi internasional. SPJ , alokasi biaya perjalanan tidak lagi dimanage menjadi kendala.

Pertanyaan penting yang perlu diajukan dalam tatakelola manusia bersumber daya iptek yang dimiliki adalah bagaimana dapat mengembangkan ekosistem yang membedakan antara kapabilitas, kompetensi dan “mata rantai bussiness pprocess” dalam menciptakan “Value”.

Mengelola Human Capital tak mungkin sama seperti mengelola asset “tangible” lainnya seperti mengelola rumah, bangunan ataupun asset bergerak lainnya.Human Capital adalah “intagible asset”. Nilai nya tak terbatas. The skys is the limit. Batas nya sangat tergantung pada kapasitas GigaByte ataupun Pentabyte dari ruang imajinasi dalam jaringan neuron yang tersembunyi dalam kepala masing masing expert yang dimiliki.

Human Capital Management di era Digital memerlukan perhatian sungguh sungguh. Sebab daya saing kini menjadi ruang dari “talent war”, “business war”, “innovation war” . Kata kuncinya adalah Human Capital. Manusia bersumber daya iptek yang memiliki ruang imajinasi seluas samudera India atau Samudera Pacific.

Mohon Maaf jika keliru. Salam

Tags: HumanJusman SD
Share20Tweet12Send
Previous Post

PKS Siap Pinang Sandi

Next Post

‘Negosiasi Intra-Afghanistan Akan Ikuti Kesepakatan AS-Taliban’

Dedi Junaedi

Dedi Junaedi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

Santrivation: Teman Bertumbuh Para Santri Gapai Sukses di Kemudian Hari

15 October 2026
Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

Pondok Pesantren Syafa’atul Qur’an Jember Dorong Pemanfaatan Media Sosial

12 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Gelar Pelatihan Bahasa ‘Lingo Zone’

13 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

0
Mendesak Regulasi Pengatur Media Sosial

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

0
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

0
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

0
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

0
Mendesak Regulasi Pengatur Media Sosial

Menjaga Iman Anak di Tengah Gempuran Gawai

16 October 2026
Gontor Maju Karena Keharmonisan & Ukhuwwah

Pesan Kiai Gontor tentang Jabatan dan Gelar (Akademik)

16 October 2026
UNIDA Gontor Gelar Ramadhan Ceria di Dusun Ngetrep

Internalisasi Keimanan Anak Usia Sekolah Dasar: Sinergi Pembinaan Keluarga dan Lingkungan Sosial

16 October 2026
Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

Kursus Mahir Lanjutan (KML) Resmi Dibuka Gontor Putri 3

15 October 2026
Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

Memaknai Musik dalam Pendidikan, Ustadz Husnan Bey Dukung TMF 2026

15 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result