pesanan-majalah-edisi-khusus
28 °c
Pecenongan
Sun
Mon
Saturday, 12 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Zakat, Memadam Dendam dalam Kelam

Yudhiarma MK, M.Si, Manajer Humas BAZNAS

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
6 August 2019
in Kolom
0
Zakat, Memadam Dendam dalam Kelam

“It’s better to light a candle than curse the darkness.”

Kelam sering melahirkan dendam, sebagaimana gelap kerap menuai ratap. Kelam dunia yang merambah kelam hati dan gelap kalbu yang memacu gelap mata.

Seperti tragedi Rabu dan Kamis, 13-14 Juli 1977, yang menjadi sejarah kelabu Amerika Serikat. Sebuah catatan hitam menjadi cover Time, ketika pemadaman listrik memicu kerusuhan di seantero kota: New York membara dan bersimbah darah.

Media cetak dunia yang resmi ditutup dan diakuisisi Meredith Corp pada 1 Februari 2018 ini, menulis, tak jauh dari Broadway, 134 toko dijarah, 45 di antaranya dibakar. Puluhan mobil mewah Pontiac seharga 250.000 dolar AS atau Rp 3,5 miliar per unit, dirampok dari showroom yang berpintu baja.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Majalah raksasa itu menerbitkan laporan berjudul “Blackout ’77, Once More, With Looting” sepekan setelah kejadian, 25 Juli 1977. Antara lain disebutkan, sekira 550 polisi terluka dan 4.500 penjarah ditangkap. Ini menjadi aksi penertiban terbesar dalam sejarah daerah berjuluk Big Apple tersebut.

Tak hanya itu, operasional Bandara LaGuardia dan Kennedy dihentikan, turnamen basket distop mendadak karena lapangan gelap gulita, syuting film Superman yang fenomenal tertunda, televisi dan radio tak bisa siaran, terowongan-terowongan kendaraan ditutup karena ventilasi mati, 4.000 orang dievakuasi dari stasiun kereta bawah tanah. Sebanyak, 1.616 ruko rusak parah dan terjadi 1.037 insiden kebakaran.

Dan Amerika belajar dari sejarah. Pemadaman serupa terulang pada bulan lalu, namun berlangsung tertib. Tentu karena rakyat dan pemerintah setempat belajar dari pengalaman.

Hanya menerjunkan 100 tim keamanan dari kepolisian dibantu Pasukan Garda Nasional, kelam massal dalam semalam berakhir dengan tepuk tangan dan sorak-sorai warga saat lampu kembali menyala.

Padahal, kota yang dikenal selalu ramai dan terang-benderang itu, sempat meratap dalam gelap pada Sabtu (13/7/2019).

Suasana suram terlihat di berbagai fasilitas publik dan tempat-tempat yang biasa dikunjungi banyak orang. Namun, tak ada kejadian yang mengakibatkan cedera dan korban jiwa.

Hamparan blok di Manhattan, dimulai dari West 42nd Street hingga West 72nd Street hingga Times Square, gelap gulita. Teater Broadway membatalkan pertunjukannya.

Dalam laporan pihak berwenang, lebih dari 73 ribu rumah dan pertokoan, terdampak pemadaman total.

***

Ahad, 4 Agustus 2019, rakyat Indonesia kalang kabut. Bila di Negeri Paman Sam hanya terimbas di New York, di negara ini sebagian besar warga yang tinggal di Pulau Jawa dan Bali, kelimpungan karena tak ada penerangan.

Hampir 12 jam tanpa listrik, sekitar seperdelapan dari 250 juta penduduk Republik ini mengalami krisis air, tak bisa berkomunikasi karena minus sinyal dan telepon genggam kehabisan energi; jalan-jalan, pemukiman dan tempat-tempat umum gelap gulita; pertokoan dan ATM berhenti beroperasi dan pusat-pusat perbelanjaan diserbu pembeli yang berburu cahaya dan kebutuhan darurat saat listrik mati.

Ada yang berlomba-lomba berbagi tapi banyak pula yang tak peduli dan mementingkan diri sendiri.

Menurut keterangan resmi dari PLN, pemadaman terjadi akibat Gas Turbin 1 sampai 6 Suralaya mengalami trip, sedangkan Gas Turbin 7 dalam posisi _off_. Selain itu, Pembangkit Listrik Tenaga Gas Turbin Cilegon juga terganggu, sehingga mengakibatkan aliran listrik di wilayah Jabodetabek mengalami pemadaman.

Pihak PLN masih terus mengupayakan perbaikan, sehingga bisa meminimalisasi dampaknya sembari memohon maaf pada publik (Tirto.id, 4/8/2019).

Kelam sering melahirkan dendam, sebagaimana gelap kerap menuai ratap. Kelam dunia yang merambah kelam hati dan gelap kalbu yang memacu gelap mata.

Listrik mati, orang-orang pun emosi. Syukur, masyarakat sudah dewasa menyikapi masalah krusial ini. Mereka melampiaskan kemarahan rasional hingga caci maki lewat media massa dan medsos hingga koran-koran menerbitkan laporan dengan _cover-cover_ berwarna hitam di halaman utama.

Presiden Jokowi marah hingga melabrak pejabat terkait di kantor PLN, Polri marah dengan mengerahkan Bareskrim melakukan penyelidikan, wakil rakyat marah dan para netizen ramai-ramai menumpahkan kesal di media sosial.

Padahal _blackout_ terparah pernah beberapa kali terjadi, namun bangsa ini tak sanggup melawan lupa dan belajar dari sejarah.

Pada 12-13 September 2002 dan 18 Agustus 2005, sebagian jagat Nusantara mengalami padam raya. Selain Jakarta dan Banten, berbagai wilayah di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur dan Bali, juga terdampak.

***

Ketika sebagian besar warga berpesta cahaya, masih banyak rakyat jelata yang hidup dalam dunia yang gelap gulita.
Meski negara sudah 73 tahun merdeka, saban malam mereka mendekam dalam kelam.

Hingga suatu ketika, pembiayaan alternatif datang sebagai solusi. Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS), membangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH).

Bersama lembaga Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) United Nations Development Programme (UNDP), BAZNAS mengentaskan kemiskinan dengan “zakat listrik” di beberapa titik lokasi. Antara lain di Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi.

Saat peletakan batu pertama, Jumat (6/4/2019), Wakil Ketua BAZNAS, Dr. Zainulbahar Noor, SE, M.Ec, menceritakan kisah perjalanannya yang penuh rintangan menuju lokasi pembangunan PLTMH.

Menurut dia, perlu waktu sembilan jam dari Kota Jambi untuk sampai di desa terpencil itu.

Jalur perbukitan, hutan serta perkebunan sawit dan karet ini, hanya bisa dilalui kendaraan bergardan ganda, karena sebagian jalan masih berupa tanah, aspal dan beton berlubang yang dimakan abrasi dan kerap terancam longsor saat musim hujan.

Bahkan untuk sampai di desa-desa terdalam di Kabupaten Merangin, rombongan harus melewati sungai dengan perahu motor tradisional selama tiga jam, dilanjutkan dengan menyewa ojek satu jam untuk menempuh jalur setapak dengan lembah dan jurang di kiri-kanan jalan.

Wakil Direktur UNDP Indonesia kala itu, Francine Pickup mengatakan, pengadaan PLTMH merupakan bukti nyata pertama kerja sama UNDP dan BAZNAS dalam pembiayaan inovatif zakat untuk pembangunan berkelanjutan.

“Akses terhadap energi listrik ini dapat mendukung pengentasan kemiskinan dan menyejahterakan masyarakat dalam rangka pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin satu yaitu ‘bebas kemiskinan’, dan nomor tujuh yakni ‘energi bersih dan terjangkau’,” ujar dia.

Akhirnya, seluruh PLTMH di Desa Ngaol, Air Liki dan Air Liki Baru, Kecamatan Batang Tabir Barat, Kabupaten Merangin; dan Desa Lubuk Bangkar, Kecamatan Batang Asai, Kabupaten Sarolangun, diresmikan bersama oleh Ketua BAZNAS, Prof. Dr. Bambang Sudibyo; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional, Prof. Bambang Brojonegoro; Deputy Country Director UNDP Indonesia, Shopie Kemkhaze; Gubernur Jambi, Fachrori Umar; dan Bupati Sarolangun, Cek Endra, pada 5 September 2018.

***

Pemadaman total mengingatkan bangsa ini pada buku populer RA Kartini, “Habis Gelap Terbitlah Terang”.

Sebuah pembelajaran agar kejadian serupa tak terulang lagi dan bisa diantisipasi dan ditangani dengan baik.

Bahwa mesti ada cahaya setelah gelap gulita. Karena kelam sering melahirkan dendam sebagaimana gelap kerap menuai ratap. Kelam dunia yang merambah kelam hati dan gelap kalbu yang memacu gelap mata.

Dan ternyata bukan surat-surat kepada para sahabatnya di Eropa yang dibukukan J.H. Abendanon dengan judul “Door Duisternis Tot Licht”, yang membuat Kartini mendapatkan pencerahan.

Tapi karya yang diterbitkan pada 1911 dan mengalami lima kali cetak saat itu, terdapat lampiran tulisan Sang Raden Ajeng yang merujuk ayat Al-Quran yang berbunyi _min al-zhulumati ila al-nur_: “dari kegelapan menuju cahaya”. Inilah yang menginspirasi pemberian judul buku “Habis Gelap Terbitlah Terang” (Gomuslim.co.id, 19/4/2016).

Dalam al-Quran, kalimat itu disebutkan sebanyak tujuh kali pada enam surat, yaitu al-Baqarah: 257, al-Maidah: 16, Ibrahim: 1 dan 5, al-Ahzab: 43 , al-Hadid: 9, dan al-Thalaq: 11. Kebalikan konsep ini adalah _min al-nur ila al-zhulumat_ (“dari cahaya menuju kelam”) yang dibahas hanya sekali pada Surat al-Baqarah: 257.

Dan akhir kata, kembali ke paragraf awal: sebuah peribahasa terkenal dunia yang pernah dikutip Presiden AS John F Kennedy dalam pidatonya, dan saat menjabat Mendikbud, Gubernur DKI, Anies Baswedan menggunakannya sebagai tagline dalam program Indonesia Mengajar:

“It’s better to light a candle than curse the darkness.”

“Lebih baik menyalakan lilin dari pada mengutuk kegelapan”.

Semoga gerakan zakat mampu menjadi peredam kemarahan mereka yang menyimpan “dendam” karena karam dalam kelam. Amin ya Rab al-‘alamin.

Tags: GerakanListrikZakat
Share20Tweet13Send
Previous Post

Rohingya : PBB Serukan Embargo Senjata Terhadap Myanmar

Next Post

Innalillahi wa Inna Ilaihi Rajiun, Mbah Moen Wafat di Mekkah

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result