pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 21 August, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Budaya Ilmu di Malam Minggu

Oleh Adnin Armas, Pimred Majalah Gontor

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
8 August 2019
in Kolom
0
Budaya Ilmu di Malam Minggu

foto:

Kebanyakan pemuda pemudi, mahasiswa dan mahasiswi, malam Minggu menjadi kesempatan untuk menikmati kesenangan jasmani. Jarang malam Minggu digunakan untuk kesempatan meningkatkan kebahagiaan ruhani. Banyak tempat hiburan, mal, cafe dan tempat kongkow lainnya termasuk di pinggir jalan, penuh dengan pemuda pemudi di malam Minggu. Menghadirkan suasana ilmiah dengan pembahasan yang tinggi dan mendalam secara istiqamah di malam Minggu masih merupakan sesuatu yang jarang dilakukan kalangan akademisi.

Namun, suasana malam Minggu berbeda terjadi di Raja Zarith Sofiah Centre for Advanced Studies on Islam, Science & Civilisation (RZS-CASIS), Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur. Perbedaan ini terjadi namun masih sebulan sekali. Bagi para pecinta ilmu yang merindukan berulangnya kejayaan Islam masa lalu agar bisa kembali berulang di masa sekarang, sangat disarankan untuk bisa menyimak Kuliah Umum yang disampaikan Prof Dr Wan Mohd Nor Wan Daud, intelektual sekaligus pejuang terkemuka gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer. Prof. Wan memberi Kuliah Umum Sabtu Malam sebulan sekali. Kuliah Umum ini (Saturday Night Lecture) diselenggarakan oleh RZS-CASIS, Universiti Teknologi Malaysia (UTM), Kuala Lumpur.

Di dalam Kuliah Terbuka ini, Prof Wan menyampaikan pemikiran dalam bukunya berjudul The Educational Philosophy of Syed Muhammad Naquib al-Attas (Kuala Lumpur: ISTAC, 1998). Buku yang telah terbit sekitar 21 tahun yang lalu ini memaparkan berbagai persoalan keilmuan yang penting seperti bahaya konsep keilmuan yang rusak, mengingatkan bahaya keilmuan yang telah mengenyampingkan Wahyu sebagai sumber ilmu dan fenomena sekularisasi dan dikotomisasi ilmu yang terstruktur, sistemik dan massif yang membawa kerusakan besar kepada kehidupan manusia dan beberapa persoalan penting lainnya. Buku ini bukan hanya merupakan pemikiran tapi sekaligus juga pengalaman hidup Prof Wan dalam memperjuangkan konsep Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer dalam aktivitasnya sebagai akademisi terkemuka.

Eksplorasi Prof Wan terhadap gagasan Gurunya sekaligus Sahabat karibnya, yaitu Prof Dr Syed Muhammad Naquib al-Attas, pendiri ISTAC (International Institute of Islamic Thought and Civilization), tentang Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer telah diterjemahkan ke bahasa Indonesia oleh para muridnya di ISTAC, yaitu Dr Hamid Fahmi Zarkasyi, Dr Arifin Ismail dan Dr Iskandar Arnel. Elaborasi Prof Wan tentu saja diperkaya terutama dengan pengalaman hidupnya sebagai Wakil Direktur ISTAC, yang dahulu Direkturnya adalah Prof al-Attas. Tentu banyak pengalaman Prof Wan lainnya, selama memperjuangkan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer, yang perlu untuk diketahui para pecinta ilmu.

BACA JUGA

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

Sistem Perguruan Tinggi Pesantren

Lima Agenda Konkret Bogor Kota Pelajar 2034

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Menjadikan Bogor sebagai Kota Pelajar

Kuliah Sabtu Malam Prof Wan merupakan salah satu bentuk budaya ilmu. Kuliah Sabtu Malam ini melanjutkan budaya keilmuan yang telah dilakukan Prof al-Attas sejak 30 tahun lalu. Prof al-Attas mengadakan kuliah terbuka setiap Sabtu Malam sekitar awal tahun 1990-an. Para dosen dari mancanegara di ISTAC dan dari beberapa kampus datang menghadiri kuliah terbuka tersebut. Selain mahasiswa ISTAC, pecinta ilmu dari beberapa kampus juga menyimak kuliah itu. Penulis yang saat itu masih belajar di International Islamic University Malaysia (IIUM), sangat bersyukur karena biarpun masih belum menjadi mahasiswa di ISTAC, namun secara rutin setiap Sabtu Malam menghadiri Kuliah Umum Prof al-Attas.

Tahun 1994, penulis yang saat itu mengambil jurusan filsafat di IIUM, bersama beberapa mahasiswa IIUM lainnya menghadiri secara rutin Kuliah Umum Sabtu Malam itu. Secara mendalam, Prof al-Attas memaparkan berbagai persoalan keilmuan yang penting bagi para pecinta ilmu seperti ideologi sekular yang telah menceraikan ilmu dari Wahyu sehingga mengakibatkan persoalan ontologis, epistemologis dan aksiologis kepada ilmu pengetahuan. Prof Wan selalu menemani Prof al-Attas (suhbatu ustadzin) dengan menjadi moderator selama belasan tahun pada setiap acara Sabtu Malam itu. Dalam konteks keilmuan Islam, keberkahan dan berbagai aspek yang lebih mendalam, ada pada kedekatan. Dalam konteks tasawuf disebut irfan. Bukan sekedar mengetahui, tapi ada pengalaman, kedekatan, keberkahan, unsur-unsur ruhani, yang tersampaikan dalam kedekatan dengan guru.

Kuliah terbuka Prof al-Attas dimulai jam 9.00 malam tepat dan berakhir jam 11.00 malam. Setelah acara diskusi selesai, refreshment dihidangkan. Kue karipap dan lainnya beserta teh/kopi hangat tersedia. Prof al-Attas juga menyempatkan diri untuk duduk bersama para pecinta ilmu melanjutkan diskusi informal, sembari menikmati kopi dan kue. Terkadang penulis ikut duduk mendengarkan dan menyimak pertanyaan peserta dalam diskusi itu. Setelah diskusi informal, suasana akan berakhir sekitar jam 12 malam. Di Malaysia, jika sudah jam 12 malam, transportasi publik hanya tinggal taksi. Ongkos taksi di tengah malam naik 50 persen. Kami rutin berjalan kaki menuju asrama mahasiswa di Bangsar yang berjarak sekitar 5 km. Setiap Sabtu Malam, kami berjalan kaki sekitar 1 jam untuk pulang ke asrama sambil diskusi. Kami menyebut seperti di Zaman Aristoteles, belajar juga dilakukan sambil berjalan kaki (peripatetik/al-mashaiyyun, yang artinya orang-orang yang berjalan kaki).

Namun, sekitar tahun 2001, otonomi ISTAC dicabut akibat persoalan politik di Malaysia saat itu. Akibatnya, budaya Kuliah Umum Sabtu Malam Prof al-Attas berakhir. Padahal, budaya Kuliah Umum Sabtu Malam, merupakan wadah terbuka, bermanfaat bagi semua pecinta ilmu. Mereka bisa hadir tanpa harus menjadi mahasiswa di institusi khusus.

Terinspirasi budaya ilmu Sabtu Malam oleh Prof Al-Attas di ISTAC, INSISTS (Institute for the Study of Islamic Thought and Civilizations) yang didirikan oleh para mahasiswa yang pernah belajar di ISTAC, mengadakan diskusi Sabtuan di Jakarta sejak tahun 2006. Diskusi Sabtuan INSISTS sebelumnya digelar di Malaysia. Belasan tahun telah berlalu, INSISTS hingga kini masih mengadakan Diskusi Sabtu. Beberapa tahun terakhir ini, Diskusi INSISTS dibuat menjadi Diskusi Dwi-Pekanan. Diskusi Sabtuan atau Dwi-Pekanan dilakukan di siang hari.

Saat ini, Prof al-Attas sudah berusia 88 tahun sehingga tidak memungkinkan mengisi Kuliah Umum secara rutin. Apalagi ISTAC yang didirikan oleh Prof al-Attas juga sudah tidak ada lagi. Namun, bagi yang merindukan pemikiran Prof Al-Attas, bagi yang tertarik dan yang sudah membaca buku Prof Wan, bagi yang tertarik memperjuangkan gagasan Islamisasi Ilmu Pengetahuan Kontemporer, maka Kuliah Umum Prof Wan di RZS-CASIS, UTM Kuala Lumpur, bagaikan air yang menghilangkan dahaga di gurun. Para pencari ilmu perlu menempuh perjalanan panjang untuk mencari ilmu. Dalam tradisi keilmuan Islam, dalam rihlah ilmiyah, tidak ada pencari ilmu yang tidak keluar jauh untuk mencari ilmu. Kuliah Umum Prof Wan akan ada lagi pada Hari Sabtu tanggal 24 Agustus, 28 September, 19 Oktober, 30 November dan 14 Desember 2019. Kuliah Umum ini gratis. Para pecinta ilmu di Indonesia khususnya, mungkin Anda ingin melakukan rihlah ilmiyah, maka Sabtu Malam, kajian terbuka Prof Wan, bisa menjadi salah satu tujuan Anda. Semoga Allah memudahkan semua urusan kita, termasuk melakukan rihlah ilmiyah. Silakan merujuk ke (facebook.com/CASIS.UTM atau [email protected] atau www.utm.my/casis). []

Tags: KuliahSabtu Malam
Share113Tweet71Send
Previous Post

Waktu Ibadah dalam Islam Bersifat Lokal

Next Post

Ralali.com dan BAZNAS Berdayakan Peternak Desa Lewat Kurban Digital

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

Jumat yang Mengetuk Pintu Persaudaraan

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

20 August 2026
Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

Ujian Tulis Awal Tahun Resmi Dimulai di Pondok Modern Al-Imtinan Putri Riau

15 August 2026
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

Jika Tujuh Kata Piagam Jakarta Tidak Dihapus: Tinjauan Filosofis, Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis terhadap Moralitas Bangsa dan Tata Kelola Negara

16 August 2026
Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

Alumni Gontor Raih ‘Doktor Mumtaz’ di IIU Islamabad

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

0
Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

Gontor 7 Kalianda Ajarkan Empat Sistem Pendukung Kehidupan Santri

0
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

0
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

0
100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

100 Tahun Gontor: Kembali ke Gontor untuk Mengisi Baterai Batin

20 August 2026
Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

Santriwati Gontor Putri Kampus 4 Kediri Peringati HUT RI Ke-81 dengan Tertib dan Semangat

20 August 2026
Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

Meski Berselimut Kabut, Santri Gontor Kampus 4 Banyuwangi Tetap Semangat Peringati HUT RI Ke-81

20 August 2026
Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

Gontor Kampus 12 Riau Khidmat Jalani Upacara Bendera HUT RI Ke-81

20 August 2026
Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

Keluarga Besar Gontor Putri Kampus 3 Karangbanyu Sukses Gelar Upacara Peringatan HUT RI ke-81

20 August 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Yang di Wakafkan Pondok Ini Bukan Harta Bendanya Saja, Bukan Gedungnya Saja, Bukan Tanahnya Saja, Tetapi Nilai-Nilai Yang Ada di Pondok Ini, Ide Yang Ada di Pondok Ini, Sistem Yang Ada di Pondok Ini Adalah Wakaf Bagi Kita Semua.KH Hasan Abdullah Sahal Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor.#gontornews #majalahgontor #gontor #pondokmoderngontor #gontorponorogo
  • Repost from @hilabiyus Keluarga Besar Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) di Jeddah, Arab Saudi, mengucapkan:Selamat dan Sukses atas Peringatan Satu Abad (100 Tahun) Pondok Modern Darussalam Gontor (1926–2026).Apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi dan kontribusi tanpa henti Gontor dalam mencetak generasi emas Islam yang berakhlak mulia, berwawasan global, dan bergerak sebagai perekat umat. Semoga momentum satu abad ini semakin mengokohkan peran Gontor dalam syiar pendidikan Islam yang moderat, tidak hanya di Indonesia tetapi juga di kancah internasional, termasuk melahirkan alumni-alumni unggul yang berkiprah di wilayah Arab Saudi dan Timur Tengah."Gontor Membawa Nilai Islam, Menginspirasi Dunia."#gontor #gontor.putra #majalahgontor #gontornews
  • Lebih baik kamu menangis karena berpisah sementara dengan anakmu, karena menuntut ilmu agama dari pada kamu nanti "yen wes tuwo nangis karena anak-anak mu lalai urusan akhirat.. kakean mikir ndunyo, rebutan bondo, pamer rupo..lali surgo."Kiai Hasan Abdullah Sahal
Pimpinan Pondok Modern Darussalam Gontor
  • Edisi September yang akan datang.
Liputan Khusus :
1. Peta sebaran Pondok Alumni Gontor di Indonesia
2. Prospek dan Tantangan Pondok Alumni-Muadalah
3. KH Hasan Abdullah Sahal: Gontor Sebagai Inspirator Pondok Modern Yang Bersatu
4. Kipran Pondok Pesantren Alumni Gontor di Mancanegarapesan sekarang!
  • KOLEKSI EDISI KHUSUS 100 TAHUN GONTORTiga edisi istimewa telah hadir!
📖 Juli 2026 – Seabad Mendidik Bangsa
📖 Agustus 2026 – UNIDA Gontor Mendunia
📖 September 2026 – Satu Abad, Seribu GontorJadikan ketiganya sebagai koleksi sejarah 100 Tahun Gontor di perpustakaan Anda🛒 Segera pesan sebelum kehabisan!
🔗 https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor #100tahungontor #gontor100tahun #gontornews
  • Silahkan daftar melalui link ini : https://tinyurl.com/iklan-magonatau link bisa lihat di profile
  • Batas Akhir 7 Agustus 2026
Link Pendaftaran ada di profile"Kesempatan boleh datang berkali-kali, tetapi momen 100 Tahun Gontor hanya terjadi sekali. Jangan hanya menjadi saksi sejarah. Jadilah bagian dari sejarah."
  • Sistim pendafaran otomatis akan tertutup pada tanggal 7 Agustus 2026.
  • Edisi Khusus Majalah Gontor dalam rangka 100 Tahun Gontor. Bulan Juli, Agustus dan September.
Link Pemesanan : Lihat di profile#majalahgontor #gontornews #edisikhsusumajalahgontor #100tahungontor #gontor #gontorputri

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
â–²
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result