Bandung, Gontornews — Pasangan yang boros biasanya disebabkan oleh dua faktor. Faktor internal dan eksternal. Faktor internal berasal dari karakter individu itu sendiri. Sedangkan eksternal dipicu dari pengaruh lingkungan sekitar.
“Oleh karena itu, bimbingan dari pihak terdekat (orang tua khususnya) sangat diperlukan sejak dini,” terang Dr. Helmawati penulis buku “Pendidikan Keluarga”.
Pasangan boros, tidak bisa menahan hawa nafsu. Karenanya ia susah membedakan antara prioritas dan yang bukan, lanjutnya Gontornews.com. Hasilnya, uang banyak terbuang hanya untuk memuaskan keinginan.
Faktor pemicu lainnya adalah minimnya ilmu pengetahuan. Pasangan yang tahu pengaturan manajemen keuangan rumah tangga yang baik, pasti jauh lebih berhati-hati. Yakni hemat bukan pelit. Khususnya dalam penggunaan kartu kredit atau pembelanjaan barang dengan cara berhutang.
Jika terus dibiarkan, ekonomi keluarga bisa semakin kacau. Ditambah lagi kepercayaan pasangan terhadap si pemboros juga akan semakin berkurang.
Selain itu, pasangan boros biasanya akan terus merasa kurang soal uang. Jika uang di tangan habis, ia akan terus mencari bahkan meminta pada suami atau istrinya. Disinilah si boros harus tahu diri. Jangan sampai meminta dari apa yang ia dan pasangan tidak punyai. Ibarat pepatah, “Besar pasak daripada tiang.”
Tips Mengatasi Pemborosan
- Serius niatkan hidup hemat.
- Bicarakan pada pasangan dan mintalah dukungannya.
- Saling menasehati antar pasangan, jika ada kendala dalam menjalaninya.
- Mulailah hidup berkah. Bekerja yang berkah, agar dapat rejeki luas dan berkah.
- Tutup buku hutang.
- Buatlah skala prioritas alokasi dana keluarga.
- Buatlah shopping account
- Catat anggaran keuangan rumah tangga.
- Hindari lingkungan (rumah/kantor) yang bergaya hidup tinggi.
- Cobalah tengok kaum dhuafa di sekitar Anda. Sebagian harta bisa disedekahkan untuk mereka yang membutuhkan.
- Berlatihlah menabung.
- Terus berusaha dan tawakal kepada Allah SWT. <Edithya Miranti>






















