Tunis, Gontornews — Partai Islam Ennahda resmi menjadi partai terbesar di parlemen Tunisia, Rabu (9/10). Partai Ennahda meraih 52 dari 217 kursi yang diperebutkan untuk membangun koalisi pemerintahan.
Hasilnya, sejumlah partai-partai besar merasa tidak puas dengan hasil pemilu parlemen Tunisia kali ini. Meski menjadi yang terbesar, perolehan suara yang diperoleh Ennahda memiliki selisih 17 suara ketimbang perolehan suara dalam pemilihan parlemen tahun lalu.
Sebelum memenangkan pemilihan parleman edisi ini, Ennahda telah menjadi partai koalisi bagi pemerintahan sejak revolusi Tunisia terjadi pada tahun 2011. Namun, parlemen dan pemerintah Tunisia dianggap gagal untuk meningkatkan standar hidup dan layanan publik di era demokrasi yang masih seumur jagung.
Kebuntuan politik yang dihasilkan dari parlemen terfragmentasi secara tajam dan mempersulit upaya Tunisia dalam menangani masalah ekonomi kronis termasuk hutang publik serta angka pengangguran yang mencapai 15 persen.
Media lokal Tunis mengabarkan bahwa partai pesaing Ennahda, Heart of Tunisia pimpinan Nabil Karoui memperoleh 38 kursi. Sementara partai Tayyar memperoleh 22 kursi, Karam 21 kursi dan empat partai lainnya masing-masing memperoleh 4 hingga 17 kursi di parlemen. Reuters melansir jika sejumlah partai melakukan proses banding menolak hasil perhitungan suara ini.
Pemimpin Heart of Tunisia, Nabil Karoui dikabarkan menjadi kandidat dalam pemilihan Presiden hari Ahad (13/10) ini. Karoui akan menghadapi calon independen, Kais Saied, yang mendapat dukungan dari Ennahda. [Mohamad Deny Irawan]
























