Jeddah, Gontornews – Izintinggal permanen atau Green Card di Kerajaan Arab Saudi akan menghasilkan sekitar US$ 10 miliar per tahun. Selain itu akan membawa miliaran dolar investasi asing ke Arab Saudi.
Dalam sebuah wawancara dengan Bloomberg baru-baru ini, Wakil Putra Mahkota Mohammed bin Salman mengungkapkan rencana Saudi untuk mengeluarkan kartu hijau mirip dengan sistem kartu hijau di AS yang memungkinkan mempekerjakan lebih banyak pekerja asing.
Rencananya, Saudi juga akan menghapuskan sistem sponsor, dan mereka akan diminta untuk membayar pajak/zakat. Mereka juga dapat memiliki properti dan melakukan kegiatan komersial dan industri.
“Sistem ini diharapkan akan menghasilkan setidaknya US$ 10 miliar setiap tahun, meskipun gambaran nyata akan muncul setelah kartu hijau diperkenalkan,” ungkap Mohammed Al-Anqari, anallis ekonomi dan pasar keuangan, seperti dikutip Arab News, Sabtu (16/4).
Sistem ini akan memiliki banyak manfaat ekonomi seperti pendapatan melalui biaya kartu hijau, mengurangi pengiriman uang, membawa investasi dan mendirikan industri, “Orang-orang mendapatkan manfaat dari kartu hijau di negara-negara ekonomi kuat seperti Amerika Serikat dan negara-negara besar Eropa. Sistem seperti ini juga akan membantu menarik orang-orang yang mempunya bakat ilmiah dan medis ke Arab Saudi.”
Bandar Al-Naqithan, pengacara bisnis, mengatakan ide kartu hijau telah dicoba di sejumlah negara dan akan sangat membantu untuk Kerajaan Saudi. “Pengumuman Wakil Putra Mahkota mencerminkan keterbukaan Kerajaan Saudi yang belum pernah terjadi sebelumnya.”
Ada kepentingan bersama antara pemberi kartu hijau dan penerima. “Pemegang kartu akan mampu berdagang, membangun perusahaan dan bekerja di universitas dan lembaga pendidikan, dan memberikan kontribusi bagi perekonomian,” katanya. (Fathur)





















