Depok, Gontornews — Jengkol adalah tumbuhan khas wilayah Asia Tenggara. Meski makanan ini kerap menimbulkan bau tidak sedap pada urin setelah diolah dan diproses oleh pencernaan, namun jengkol ternyata menyimpan beragam manfaat.
Dilansir wikipedia.org, jengkol diketahui dapat mencegah diabetes dan bersifat diuretik (pembuangan urine menjadi halus). Pembuangan urine yang halus sangat baik untuk penderita penyakit jantung.
Tanaman jengkol diperkirakan juga mempunyai kemampuan menyerap air tanah yang tinggi. Sehingga bermanfaat dalam konservasi air di suatu tempat.
Selain itu, jengkol juga merupakan sumber protein. Umumnya, tubuh kita mendapatkan asupan protein tersebut dari daging, tahu, tempe, susu, dan makanan lainnya. Kandungan protein pada jengkol juga dipercaya melebihi kandungan protein dalam kacang hijau, sebagaimana dikutip doktersehat.com.
Kandungan protein tinggi dalam jengkol dapat membantu pembentukan jaringan di dalam tubuh. Akan tetapi, yang perlu Anda perhatikan adalah jangan mengonsumsi jengkol terlalu banyak dan konsumsilah dalam jumlah yang wajar.
Lalu, jengkol juga kaya kalsium dan fosfor. Dua zat ini adalah zat yang dibutuhkan oleh tulang. Kalsium dan fosfor dapat mencegah tulang rapuh (osteoporosis). Jadi sering mengonsumsi jengkol dengan porsi yang cukup bisa membuat tulang di tubuh Anda menjadi lebih kuat. [Edithya Miranti]




















