Aleppo, Gontornews — Konflik Suriah membuat sebagian wilayahnya rusak parah, terlebih di Aleppo. Wilayah yang merupakan Ibu Kota negara tersebut saat ini kondisi semakin parah.
Desingan peluru, letupan bom terdengar setiap hari. Hancurnya utilitas dan sanitasi serta persedian makanan yang semakin menipis membuat kondisi masyarakat Suriah di Aleppo semakin buruk.
“Kami mendengar jika tentara menangkap warga di kota itu, sekarang kami lebih memilih untuk pergi dan kembali ke kempung kami,” ungkap Aisya warga Aleppo Timur seperti yang dilansir al Jazeera.
Hingga saat ini, kata Asyiah, dirinya sudah kehilangan banyak anggota keluarganya serta kehilangan kontak dengan mereka. “Kami pergi dari jalan ke jalan dan suara peluru tidak berhenti. Tidak ada orang lain hanya kami,” tambahnya.
Serangan militer yang dimulai tiga minggu lalu, membuat tentara Suriah berhasil menguasai sekitar 85 persen wilayah bagian yang sebelumnya dikuasai kelompok oposisi dam saat ini ada sekitar 100.000 orang masih berada di Aleppo timur.
Sementara itu, perwakilan dari Pertahanan Sipil Suriah, Ismail Abdullah mengatakan, warga yang saat ini masih menetap di kota tersebut adalah keluarga dari kelompok yang bertikai.
“Kebanyakan dari mereka adalah perempuan dan anak-anak dari keluarga pejuang, dan Tentara Suriah, ada keluarga dari oposisi,” kata Abdullah.
Menurut Abdullah, kondisi tersebut membuat masyarakat kesulitan mencari tempat aman untuk berlindung. Hampir seluruh rumah atau bangunan di kota itu tidak memiliki pintu ataupun jendela.[Devi Lusiana]





















