Manila, Gontornews — Pemerintah Filipina tengah berjuang untuk mengevakuasi puluhan ribu warga yang tinggal di sekitar gunung berapi Taal. Sebagai gunung berapi paling aktif di Filipina, gunung Taal mengeluarkan erupsi yang terjadi sejak Ahad (12/1).
Hingga hari ketiga, gunung berapi Taal telah menghembuskan awan abu serta guguran lava pijar di wilayah Taal yang terletak di tengah danau tersebut yang berjarak 70 Km dari ibu kota Filipina, Manila.
Pemerintah menginstruksikan kepada seluruh warga yang tinggal di radius 14 km dari gunung Taal untuk mengungsi ke tempat yang lebih aman. Pemerintah sendiri memprediksi sebanyak 300.000 warga akan dievakuasi untuk meminimalisir korban jatuh.
Secara resmi, pemerintah Filipina berhasil mengevakuasi 38.200 warga.
“Saya harus menutup wilayah Talisay untuk mencegah warga yang berada di wilayah evakuasi untuk kembali,” ujar Walikota Talisay, Gerry Natanauan, sebagaimana dilansir Reuters.
“Mereka (para pengungsi) ingin memeriksa rumah, harta benda, dan hewan ternak mereka. Tetapi, mereka tidak seharusnya melakukan itu karena kondisinya sangat berbahaya,” tambah Natanauan.
Gunung berapi Taal sendiri merupakan salah satu gunung berapi aktif terkecil di dunia. Meskipun kecil, letusan gunung Taal pada 1911 menyebabkan lebih dari 1.300 orang meninggal dunia.
Sementara itu, pakar Vulkanologi dari Phillipine Institute of Volcanology and Seismology (Philvocs), Renato Solidum, mengatakan andai letusan gunung Taal terjadi, seluruh warga dipastikan tidak dapat kembali ke rumah mereka karena hancur.
“Ancamannya benar-benar nyata,” jelas Solidium.
Akan tetapi, banyak warga yang menolak untuk dievakuasi seraya tidak mengindahkan peringatan tersebut.
Meski belum ada korban jatuh yang dilaporkan, seismolog mengatakan bahwa ada kemungkinan letusan ini bisa mereda walau tanda-tanda masih menunjukkan bahwa letusan masih akan terjadi.
Sementara itu, Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, saat mengunjungi lokasi letusan, mengatakan bahwa pemerintah berencana untuk mencoba cara tradisional untuk menenangkan gunung berapi.
“Kami harus pergi ke sana, dan kamu tahu, berdoa dan lantas menawarkan sesuatu. Mari kita lakukan cara tradisional seperti apa yang dilakukan oleh nenek moyang kita,” ujar Duterte.
Akibat letusan gunung Taal, sejumlah kantor pemerintahan di Manila sempat berhenti beroperasi karena ditutupi oleh lapisan abu vulkanik meski, pada Selasa (14/1), telah kembali beroperasi. Sedangkan sekolah-sekolah masih ditutup dan mayoritas warga menggunakan masker untuk membantu pernapasan. [Mohamad Deny Irawan]
























