Ngawi, Gontornews — Markaz Center for Sirah Studies (CSS) Universitas Darusslam (UNIDA) Gontor Putri mengadakan seminar kerohanian untuk lebih mengenal sejarah dan membangkitkan rasa cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW. Hadir sebagai pemateri Al-Ustadz Asep Sobari, salah satu pakar sirah yang ada di Indonesia.
Acara yang bertemakan “Izinkan Aku Memandangimu, Wahai Rasul” berlangsung di Gedung Pascasarjana lantai 3 dan dihadiri oleh 250 mahasiswi UNIDA Gontor Putri, Ahad (05/01).
Ustadz Asep menjelaskan jika ingin mengenal lebih luas dan meneladani Rasulullah SAW, maka harus banyak membaca sejarah dan melaksanakan sunnah-sunnahnya. Nabi Muhammad SAW tidak pernah membanding-bandingkan dirinya walaupun dengan para sahabatnya. Sewaktu ketika ada perkumpulan antara beliau dengan sahabatnya, beliau tidak pernah menampakkan jikalau beliau adalah seorang pemimpin yang paling berkuasa.
“Baginda Nabi Muhammad SAW pernah berdoa untuk para sahabatnya “Ya Allah itu sahabatku mereka kelaparan, maka kenyangkanlah perut mereka. Ya Allah itu sahabatku mereka tidak cukup pakaiannya, maka cukupkanlah pakaian mereka,” papar Ustadz Asep yang disambut dengan haru dari para peserta.
Sungguh kasih sayang yang mulia untuk para sahabatnya, tetapi pada kenyataannya beliau merasakan kelaparan dan ketidak cukupan dalam hal tersebut.
Pada hari akhir akan di kumpulkannya semua umat dari masa ke masa. Menjadi bukti kerinduan Nabi Muhammad SAW kepada umat yang dicintainya, dengan berjanji akan memberikan syafa’at dan berkumpul dalam satu naungan Rahmatan Lill’alamin. Dalam hadis dikatakan bahwa yang membedakan antara umat Nabi Muhammad SAW dengan umat yang lainnya ketika hari akhir nanti ialah Bekas Wudhu.
Kemudian, Rasulullah juga menyampaikan “Demi Allah yang jiwa Muhammad berada dalam genggaman-Nya, akan tiba pada seorang di antara kalian suatu masa ketika dia tidak lagi melihatku, ketika itu kerinduannya untuk melihatku lebih berharga baginya ketimbang keluarga dan harta yang dimilikinya,” sambung Ustadz Asep.
Selanjutnya Ustadz Asep memberi kesimpulan bahwa kecintaan dan kasih sayang Nabi Muhammad SAW kepada umatnya sungguh sangat besar, hingga ajal menjemput pun beliau masih mengingat-ingat umatnya dengan memanggil-manggil “Umati… Umati..Umati….”.
“Untuk itu sebagai umat yang dirindukan Nabi, maka kita harus meneladani sikap, perilaku, akhlak serta tauladan kehidupan sehari-hari Baginda Rasulullah Muhammad SAW,” tutup Ustadz Asep. []























