Keude Indrapuri, Gontornews — Sekitar abad ke-12 Masehi, Masjid Kuno Indrapuri awalnya adalah sebuah candi dari Kerajaan Hindu Lamuri. Sebelum Islam datang, dahulunya masjid ini merupakan tempat pemujaan sebelum agama Islam.
Dikutip wikipedia.org, suatu saat Kerajaan Hindu Lamuri perang dengan pasukan bajak laut dari Cina dan pada akhirnya perang tersebut dimenangkan oleh Kerajaan Lamuri. Kemenangan tersebut ialah atas bantuan Meurah Johan yaitu Pangeran dari Lingga (Gayo) yang kemudian menjadikan Kerajaan Lamuri sebagai penganut Islam.
Tempat ini yang sebelumnya kuil diubah menjadi sebuah masjid. Bangunan masjid berdiri di atas tanah seluas 33.875 meter persegi. Masjid tua ini terletak di ketinggian 4,8 meter di atas permukaan laut dan berada sekitar 150 meter dari tepi Sungai Krueng Aceh.
Dilansir okezone.com, letak masjid ini persis di bantaran Krueng (sungai) Aceh di Keude Indrapuri, Kabupaten Aceh Besar. Konon sebelum dibangun masjid, lokasi ini merupakan salah satu pura sekaligus benteng Kerajaan Lamuri.
Lamuri merupakan kerajaan Hindu-Budha yang diyakini pernah berjaya di ujung Pulau Sumatera (sekarang Aceh) sebelu masuknya pengaruh Islam. Pura itu diperkirakan sudah ada sejak abad ke 10 Masehi.
Arsitektur Masjid Indrapuri cukup sederhana. Pengurus Masjid Indrapuri, Sarnadi mengatakan benteng yang kini dijadikan masjid tersebut terbuat dari batu bercampur batu dan tanah liat. Maklum, saat itu belum dikenal perekat pasir seperti semen. [Edithya Miranti]






















