Beijing, Gontornews — Otoritas Cina mengkonfirmasi ada 17.205 kasus dan 361 korban coronavirus meninggal.
Komisi Kesehatan Cina Senin (3/2) pukul 7:50 pagi mengkonfirmasi ada tambahan 57 kematian dan 2.829 kasus baru pada Minggu (2/2). 56 korban di antaranya terjadi di Provinsi Hubei. Satu korban lagi dilaporkan terjadi di Filipina.
Sejak kasus pertama muncul akhir 2019, Cina mengatakan jumlah korban tewas mencapai 361 ketika kasus yang dikonfirmasi naik menjadi 17.205.
Merespon kondisi penyebaran coronavirus yang masih marak, 24 dari 31 provinsi memperpanjang masa “darurat” sampai 10 Februari. Sebelumnya pemerintah pusat Cina memutuskan untuk menghentikan kegiatan publik hingga awal Februari.
Pada Senin pagi, setidaknya 24 provinsi, kota dan daerah lain di telah mengatakan kegiatan bisnis tidak berjalan sebelum 10 Februari. Itu target paling cepat.
Tahun lalu, 24 itu menyumbang lebih dari 80% dari PDB nasional Cina, dan 90% dari ekspor, nasionai, tulis CNBC .
Menurut media milik pemerintah People’s Daily, kegiatan bisnis dan sekolah masih ditutup sampai pemberitahuan lebih lanjut. Itu berlaku di kawasan Tianjin, Anhui, Chongqing, Fujian, Guangdong, Guangxi, Guizhou, Hebei, Heilongjiang, Henan, Hunan, Mongolia Dalam, Jiangsu, Jiangxi, Jilin, Liaoning, Ningxia, Shaanxi, Shandong, Shanghai, Shanxi, Suzhou, Xi’an, Yunnan, dan Zhejiang .
Untuk menyokong kebeutuhan hidup dan operasi pengentasan wabah, Bank Sentral Cina (PBOC) hari Minggu mengumumkan mereka akan menyuntikkan likuiditas senilai 1,2 triliun yuan (sekitar $ 173 miliar dolar AS) ke pasar melalui operasi repo pasar terbuka.[cnbc/dj]























