Yokohama, Gontornews — Dua maskapai penerbangan asal Amerika Serikat menangguhkan semua penerbangan dari dan menuju Hongkong setelah negara tersebut mengonfirmasi kematian pertama akibat virus korona dan 10 kasus serupa di sebuah kapal pesiar yang saat ini dikarantina di Jepang.
Sepuluh korban tertular virus korona yang terdapa di kapal pesiar Diamond Princess saat ini tengah ditangani oleh otoritas kesehatan Jepang. Sementara 3.700 penumpang lainnya harus menjalani prosedur inkubasi selama 14 hari ke depan di Jepang.
“Saya ingin menjaga kesehatan penumpang dan kru secara layak dan melakukan segala upaya untuk mencegah penyebaran virus,” ungkap Menteri Kesehatan Jepang, Katsunobu Kato, sebagaimana dilansir Reuters.
Akibat kasus tersebut, perusahaan kapal pesiar Carnival Corp membatalkan seluruh pelayaran yang dijadwalkan keluar dari Pelabuhan Yokohama dan Kobe, Jepang, pada minggu ini akibat pemeriksaan virus korona yang mendera penumpangnya.
Selain kapal pesiar Diamond Princess, kapal pesiar World Dream, yang dimiliki oleh Perusahaan Dream Cruises dan sempat bersandar di Hong Kong, mendapat penolakan masuk dari otoritas Pemerintah Taiwan.
Kini, seluruh penumpang tengah menjalani prosedur pemeriksaan kesehatan oleh otoritas kesehatan Hong Kong.
“Kami memiliki kemampuan dan percaya diri untuk memenangkan kasus ini,” ungkap Dewan Negara Cina, Wang Yi kepada Menteri Luar Negeri Thailand, Selasa (4/2).
Hingga Rabu (5/2) Pemerintah melalui, Komisi Kesehatan Nasional Cina, mengonfirmasi 493 orang meninggal dengan hampir 25.000 pasien tertular serta menyebar di 27 negara akibat virus yang pertama kali muncul di Kota Wuhan, Cina, tersebut.
Sebelum Pemerintah Hongkong mengofirmasi kematian pertama akibat virus korona di wilayahnya, Selasa (4/2), seorang pria asal Filpina dilaporkan meninggal dunia pekan lalu setelah terkonfirmasi mengunjungi kota Wuhan, Cina.
Akibat penyebaran virus mematikan ini, Organisasi Kesehatan Dunia, WHO, mengeluarkan status darurat kesehatan global. Para ahli WHO tengah mengkaji banyak hal terkait virus ini termasuk angka kematian hingga rute penularannya. [Mohamad Deny Irawan]






















