Baghdad, Gontornews — Pemerintah Irak menginstruksikan penutupan sekolah dan perguruan tinggi, Selasa (25/2). Irak juga menghimbau warganya untuk menghindari pertemuan masal karena mengkhawatirkan penyebaran virus korona dari negara tetangganya, Iran.
Sebelumnya, Pemerintah mengonfirmasi satu keluarga asal Irak yang positif korona sekembalinya dari Iran. Mereka adalah warga Irak pertama yang tertular virus mematikan tersebut. Sehari sebelumnya, mahasiswa Iran di Najaf terkofirmasi kasus pertama virus korona di Irak.
Sejumlah langkah dilakukan Pemerintah demi membendung penyebaran virus korona. Gubernur Mosul bahkan menutup seluruh kantor pelayanan publik pada Rabu-Kamis. Pemerintah bahkan menginstruksikan kepada para khatib untuk berbicara seputar pencegahan virus korona saat melaksanakan shalat Jumat.
Pemerintah juga melarang warganya untuk bepergian ke Iran, Cina, Thailand, Italia, Korea Selatan, Singapura hingga Jepang sejak Selasa. Meski demikian, pemerintah tidak melarang warga Irak yang kembali ke negaranya dari negara-negara terdampak virus tersebut.
Sebagaimana diketahui, Iran melaporkan 16 kematian dan 95 kasus virus korona. Para ahli internasional khawatir bahwa angka resmi yang keluar tersebut justru meremehkan skala wabah korona di Iran.
Kementerian Kesehatan Irak mengonfirmasi empat kasus baru virus korona, Selasa (25/2). Tiga di antaranya telah dikarantina oleh otoritas kesehatan setempat, sementara satu orang mahasiswa dikembalikan ke Iran dengan menggunakan ambulan.
Najaf merupakan lokasi pemakaman Ali bin Abi Thalib yang kerap dikunjungi peziarah Syiah setiap tahunnya. Selain Najaf, Gubernur Karbala juga melarang pengunjung asal Iran dan Cina untuk berkunjung demi mencegah penyebaran virus asal Wuhan itu. [Mohamad Deny Irawan]





















