Ankara, Gontornews — Menteri Kesehatan Turki Fahrettin Koca mengatakan, sejauh ini belum ada kasus virus korona. Tapi itu tidak berarti tidak akan pernah ada kasus virus korona di negeri itu.
Koca mengatakan hal itu, Rabu (26/2), sehari setelah sebuah pesawat yang membawa 132 penumpang Turki yang terbang dari Teheran mendarat di Ankara, semuanya masuk karantina.
“Sejauh ini tidak ada bukti adanya kasus coronavirus di Turki. Ini tidak berarti bahwa itu tidak akan ditemui. Lagi pula, virus itu sudah menyebar ke dunia. Yang lebih penting daripada penyebaran ini adalah tetangga perbatasan kita, Iran, menghadapi epidemi yang sangat serius,” kata Menteri Kesehatan Fahrettin Koca kepada Kantor Berita Anadolu yang dikelola pemerintah.
Tentang penerbangan yang membawa kembali warga negara Turki dari Iran, Koca mengatakan, “Kita dapat dengan mudah mengatakan bahwa tidak ada penumpang yang positif [untuk coronavirus], semuanya negatif.”
Sekitar 132 warga Turki tiba di Ankara pada 25 Februari setelah dievakuasi dari Iran. Iran telah mengonfirmasi 19 kematian akibat virus korona.
Koca mengatakan, warga Turki itu datang dari kota Mashhad dan Qom di Iran, tempat sebagian besar kasus virus korona ditemukan di Iran. Mereka dikarantina untuk mencegah penyebaran virus korona di Turki.
Turki mencegah 28 orang Iran, yang menunjukkan gejala virus dan telah berada di Qom, memasuki negara itu, ia menambahkan.
“Tujuan utama kami adalah untuk mencegah penyebaran penyakit itu di Turki,” katanya. []





















