Seoul, Gontornews — Pemerintah Korea Selatan memberlakukan zona perawatan khusus di sekitar kota Gyeongsan demi membatasi penyebaran virus korona. Seperti halnya Daegu dan Cheongdo, Gyeongsan mengalami lonjakan pasien virus korona pada Rabu (4/3).
Melalui peningkatan status tersebut, Pemerintah Korea Selatan berjanji akan memberikan sumber daya tambahan seperti masker serta memperingatkan orang-orang untuk tidak pergi ke wilayah tersebut.
Sekitar 75 persen kasus virus korona di Korea Selatan terjadi di Daegu. Penyebaran virus semakin masif terutama setelah pemimpin sekte Kristen di Korea Selatan ‘menyebarkan’ virus tersebut ke komunitasnya.
“Setiap hari adalah kesedihan dan selalu tangguh seperti halnya perang. Tetapi, warga Daegu selalu menunjukkan kebijaksanaan dan keberanian yang mengejutkan,” kata Walikota Daegu, Kwon Young-Jin, sebagaimana dilansir Reuters.
Sejumlah pejabat mengatakan bahwa rumah sakit di daerah sulit memberikan akomodasi yang layak bagi pasien baru. Pemerintah Kota Daegu saja mengatakan ada 2.117 pasien virus korona yang terpaksa menunggu di luar rumah sakit. Rumah Sakit Daegu mengalami kekurangan sejumlah alat kesehatan seperti tempat tidur pasien maupun masker.
Pusat pengendalian dan pencegahan penyakti Korea (KCDC) melaporkan tiga kematian baru akibat virus bermana COVID-19 tersebut. Dengan demikian, Korea Selatan mencatatkan total 35 kematian akibat virus korona.
Sementara itu, Maskapai penerbangan Korea Airlines mengatakan akan memindai seluruh penumpang yang berangkat dari bandara internasional Incheon di Seoul. Jika pihak maskapai menemukan penumpang bersuhu tinggi, petugas akan menolak penerbangannya.
Pun dengan Australia yang membatasi kedatangan penumpang asal Korea Selatan. Perdana Menteri Australia, Scott Morrison mengatakan bahwa Australia akan menangguhkan kedatangan pelancong asal Korea Selatan dan Italia. Keputusan ini juga berlaku bagi warga asal daratan Cina dan Iran.
“Upaya ini dilakukan untuk memberikan perlindungan terbaik dan memungkinkan kami untuk memperlambat laju penularan,” pungkas Morrison di Canberra. [Mohamad Deny Irawan]






















