Cox’s Bazaar, Gontornews — Kehidupan pengungsi Rohingya sangat memprihatinkan, pasalnya di akhir Agustus lalu hujan deras dan banjir merusak sebagian tenda pengungsian. September ini, selain berkutat dengan hujan dan banjir, pengungsi Rohingya masih harus menanti bantuan kemanusiaan yang memang mereka andalkan untuk memenuhi kebutuhan hidup.
Begitulah sekilas kehidupan pengungsi Rohingya di Kamp Pengungsian Kutupalong, Cox Bazaar, Bangladesh ketika memasuki musim hujan ini,” papar Firdaus Guritno dari tim Global Humanity Response – Aksi Cepat Tanggap dilansir dari laman ACTNews Jum’at (18/9).
Firdaus melaporkan, untuk mendukung kebutuhan pengungsi Rohingya di musim penghujan ini, ACT mengantarkan bantuan pangan. Ratusan paket pangan diantarkan secara berkala pada 10-13 September lalu ke pengungsi di Kamp-5, Kutupalong.
“Pembagian paket pangan ini sebagai ikhtiar awal Aksi Cepat Tanggap, beriringan dengan direncanakannya pembangunan shelter kembali untuk ratusan pengungsi Rohingya,” kata Firdaus.
Lebih lanjut ia menjelaskan, pengungsi Rohingya di Kutupalong kembali mengalami pelik karena hujan tiap tahun yang selalu menyebabkan banjir. Tidak jarang, ribuan keluarga Rohingya harus kehilangan tempat tinggal karena hanyut.
“Mereka pun amat bergantung pada bantuan kemanusiaan. Mari bersama bantu pengungsi Rohingya dengan sedekah terbaik melalui laman Indonesia Dermawan atau langsung ke rekening BNI Syariah Aksi Cepat Tanggap dengan nomor 0096110239. Insyaallah, dukungan kepedulian masyarakat Indonesia akan terus kami sampaikan kepada saudara-saudara Rohingya yang membutuhkan,” pungkas Firdaus.[]





















