Taiz, Goontornews — Kepedulian masyarakat Indonesia kembali menyapa warga Yaman yang terkena blokade dampak perang khususnya di wilayah Tiaz, akibatnya mereka kesulitan mendapatkan Air bersih yang merupakan kebutuhan pokok setiap harinya. Aksi Cepat Tanggap (ACT) bersama dengan Kitabisa.com. menghadirkan harapan warga Tiaz untuk kebutuhan Air Bersih berdasarkan laporan dari Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response (GHR)- ACT.
“Para menerima manfaat adalah penduduk yang terpaksa mengungsi di negaranya sendiri ke daerah Sala, sebuah daerah yang termasuk daerah parah terdampak konflik berkepanjangan di Tiaz, Yaman,” kata Andi Noor Faradiba dilansir dari laman actnews. Ahad (5/4).
Tandon-tandon Air disebar di beberapa titik di wilayah Sala, Kota Taiz Yaman pada Kamis (12/3) lalu. Titik-titik tersebut yakni Aqabah, Bazraa, Al Tawheed, dan Al Jahmilya. Sebanyak 10 tandon diberikan untuk kebutuhan air 7.000 warga yang berada di wilayah Sala.
Perang di Taiz berlangsung lebih lama daripada di bagian lain di Yaman, sehingga banyak sekali tempat yang kini menjadi puing-puing termasuk fasilitas publik.
“Kami (hidup) tanpa air bersih, dan kami berada di bawah pengepungan. Semuanya sudah hancur. Terima kasih ACT, mudah-mudahan Tuhan memberkati kalian,” kata salah seorang lansia yang menerima air bersih.
Doa yang sama diucapkan oleh seorang nenek yang menerima air bersih dari ACT. Ia berharap ACT tak akan melupakan mereka dengan kondisi mereka yang sekarang ini.
“Semoga Tuhan memberkati ACT dan memberikan apa yang dibutuhkan (oleh ACT). Tolong jangan lupakan kami. Kami berharap ACT dapat terus menyediakan air bersih untuk kami,” kata nenek itu.
Faradiba juga berharap, bantuan ini dapat meringankan beban mereka yang kesulitan akses air bersih selama 3 bulan ke depan.
“Dan semoga tidak hanya untuk 3 bulan ke depan. Mudah-mudahan dengan bantuan para dermawan sekalian, kita dapat menyediakan kebutuhan untuk mereka sampai kehidupan mereka kembali seperti sebelum perang,” harap Faradiba.






















