Jayapura, Gontornews– Menggunakan penerbangan komersial Aksi Cepat Tanggap (ACT) memulangkan 100 warga Wamena yang merupakan pengungsi asal Sulawesi Selatan. Ahad (6/10). Dengan empat penerbangan dari Bandara Sentani di Jayapura, pengungsi akan mendarat di Bandar Udara Sultan Hasanuddin, Makassar, di hari yang sama.
Wahyu Novyan selaku Komandan Posko Nasional ACT untuk Penanganan Tragedi Wamena mengatakan, penerbangan warga Wamena ke Makassar merupakan implementasi dari program Pesawat Kemanusiaan.
Dalam program ini, ACT berkolaborasi dengan sejumlah maskapai komersial untuk bantuan kepulangan warga terdampak konflik.
βSebelumnya ACT telah memulangkan ratusan warga Wamena asal Sumatera Barat, dan sekarang kami memulangkan warga Wamena asal Sulsel dengan beberapa penerbangan,β jelasnya ketika melepas keberangkatan pengungsi ke Makassar seperti dilalnsir dari laman act.id.
Penerbangan dijadwalkan dimulai sejak pukul 07.45, 07.55, 12.45 dan 11.50 WIT. Setidaknya dalam waktu dua jam mereka akan tiba di Makassar dan akan menuju kediaman keluarganya masing-masing di beberapa kabupaten dan kota di Sulsel.
Tak hanya pesawat tujuan Makassar, ACT pada Senin (7/10) akan menerbangkan pengungsi konflik sosial Wamena dengan tujuan Bandara Juanda di Surabaya, Jawa Timur. Mereka merupakan warga Wamena asal Jatim yang sudah dua pekan ini menempati beberapa pusat pengungsian di Sentani, Jayapura.
Wahyu menambahkan, selain menggunakan pesawat, ACT juga akan memulangkan pengungsi konflik sosial Wamena menggunakan Kapal Kemanusiaan pada Rabu (9/10) mendatang.
βRabu nanti akan ada kapal dari Jayapura yang membawa pengungsi dengan tujuan pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar lalu menyelesaikan pelayaran di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Jatim. Kapal akan membawa seribu pengungsi dari Wamena,β imbuh Wahyu.
Saat ini, konflik sosial di Wamena berangsur mereda, namun warga yang masih bertahan di salah satu distrik di Jayawijaya itu diminta tetap waspada. Kedatangan pengungsi menggunakan pesawat hercules milik TNI dari Wamena ke Sentani juga masih terlihat. Mereka akan menempati pengungsian yang tersebar di Jayapura.
Selain mengirimkan warga Wamena ke kampung halamannya masing-masing, ACT juga terus memenuhi kebutuhan mereka berupa makanan siap santap dari dapur umum untuk pengungsi yang masih bertahan di Jayapura. Tak hanya itu, pelayanan kesehatan juga terus dilakukan oleh tim medis ACT. [Hafidh]





















