Chittagong, Gontornews — Aksi Cepat Tanggap (ACT) meresmikan Rumah Yatim di Bangladesh pada hari Kamis (5/3). Bertempat di Padua, Chittagong, Bangladesh, Rumah Yatim yang dibangun sejak 2017 itu mampu menampung hingga 300 anak.
Direktur Global Humanity Response (GHR) – ACT Bambang Triyono mengatakan, pendirian Rumah Yatim di Bangladesh merupakan bagian dari program Global Yatim.
“Rumah yatim ini merupakan bagian dari program Global Yatim yang ikut memperhatikan nasib anak-anak yatim korban konflik kemanusiaan, termasuk yatim Rohingya. Hampir selalu yang menjadi korban yang paling menyedihkan adalah anak-anak dan wanita,” jelas Bambang.

Saat ini, ruangan-ruangan di Rumah Yatim mulai diatur, sejumlah furnitur telah ditempatkan di ruangan. Ada lemari, tempat tidur susun, meja belajar. Per kamar, dapat digunakan 8 sampai 10 orang
“Rumah Yatim ACT di Bangladesh dapat menampung hingga 300 anak yatim. Sebagian dari mereka berasal dari yatim Rohingya dan sebagian yang lain dari yatim Bangladesh. Total ada 150 orang yang tinggal di asrama,” terang Andi Noor Faradiba dari tim Global Humanity Response – ACT saat mengunjungi Rumah Yatim.
Rumah Yatim ACT yang dibangun di atas tanah wakaf ini merupakan bentuk kepedulian masyarakat Indonesia terhadap pendidikan pengungsi anak Rohingnya. Melalui program-program Solidaritas Kemanusiaan Dunia Islam (SKDI), ACT terus memberikan dukungan kemanusiaan bagi pengungsi Rohingnya.





















