Addis Ababa, Gontornews — Uni Afrika, Kamis (18/3/2021), menganggap manfaat vaksin Covid-19 buatan AstraZeneca lebih besar ketimbang risikonya. Mereka pun tetap merekomendasikan penggunaan vaksin AstraZeneca ke seluruh penjuru benua.
Pengumuman ini datang sehari setelah badan kesehatan dunia, WHO, mendukung penggunaan vaksin AstraZeneca meski puluhan negara Eropa menangguhkan penggunaannya menyusul kekhawatiran atas risiko pembekuan darah pascavaksinasi.
Direktur Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Afrika, John Nkengasong, mengatakan manfaat vaksin AstraZeneca sangatlah besar. Ia pun mendorong negara anggota untuk terus bergerak maju dalam kampanye vaksinasi Covid-19.
Berdasarkan tinjauan keamanan, AstraZeneca melaporkan 17 juta warga Inggris dan Eropa melaksanakan vaksinasi dengan menggunakan produknya. Sejauh ini, belum ada laporan bukti peningkatan risiko pembekuan darah pascavaksinasi.
Nkengasong mengatakan pihaknya akan terus mematau reaksi merugikan yang mungkin terjadi untuk mereka jadikan laporan penggunaan pada masa mendatang.
Isu pembekuan darah pascavaksinasi dengan vaksin buatan AstraZenecaΒ juga membuat beberapa negara Afrika menangguhkan penggunaannya. Sebut saja Republik Demokratik Kongo yang menunda peluncuran program vaksinasi setelah negara-negara Eropa melakukan penangguhan penggunaan.
Akan tetapi, sebagian besar negara-negara Afrika tetap menerima suntikan vaksin AstraZeneca melalui skema COVAX. Rencananya, alokasi vaksin global yang dipimpin WHO dan mitra akan memberikan vaksin Covid-19 bagi negara miskin atau mereka yang berpenghasilan rendah.
Sementara itu, European Medicine Agency (EMA) sedang melakukan penyelidikan terhadap masuknya 30 laporan kelainan darah tidak biasa pascavaksinasi. Mereka pun tidak menemukan hubungan sebab akibat dengan pembekuan darah Β dan vaksinasi Covid-19. [Mohamad Deny Irawan]





















