Durban, Gontornews — Pihak berwenang Afrika Selatan mengeluarkan dana darurat pada hari Jumat (15/4) untuk membantu puluhan ribu orang yang kehilangan tempat tinggal, air dan listrik, setelah banjir bandang menghanyutkan rumah dan jalan dan menewaskan hampir 400 orang di pantai timur negara itu.
Banjir di Provinsi KwaZulu-Natal telah melumpuhkan jaringan listrik, mematikan aliran air dan mengganggu operasi di salah satu pelabuhan tersibuk di Afrika. Korban tewas bertambah menjadi 395 pada hari Jumat dari perkiraan sebelumnya 341, kata penyiar negara SABC dikutip Arabnews.com.
Menteri Keuangan Enoch Godongwana mengatakan kepada stasiun TV Newsroom Afrika bahwa dana awal sebesar 1 miliar rand ($68,3 juta) digunakan segera untuk membantu para korban, setelah provinsi itu dinyatakan sebagai daerah bencana. Pemerintah setempat memperkirakan kerusakan mencapai beberapa miliar rand.
“Kami masih dalam tahap tanggap darurat. Dibutuhkan kecepatan dalam hal ini,” kata Godongwana.
“Fase kedua akan menjadi tahap pemulihan dan perbaikan.”
Stasiun TV lokal memperlihatkan para sukarelawan membersihkan wadah plastik, tumpukan bambu, dan kayu apung dari tepi pantai Durban. Di pantai lain, seorang saksi mata mengatakan wisatawan memanfaatkan jeda sebelum hujan kembali turun.
Lebih dari 40.000 orang telah terkena dampak bencana, kata pihak berwenang.
Para ilmuwan percaya pantai tenggara Afrika menjadi lebih rentan terhadap badai dahsyat dan banjir karena emisi gas yang menyebabkan Samudra Hindia menghangat.
Mereka memperkirakan tren akan memburuk secara dramatis dalam beberapa dekade mendatang.
Pakar iklim lokal menyerukan investasi yang lebih besar untuk membantu masyarakat lebih siap menghadapi guncangan cuaca. Para menteri tiba di Durban pada hari Jumat untuk menilai tingkat kerusakan.[]





















