pesanan-baju-kaos
28 °c
Pecenongan
Thu
Fri
Wednesday, 28 October, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Inpirasi Dakwah

Agar Hati Tidak Berkarat

Menurut Prof Sofyan, tobat hukumnya wajib dilakukan seketika begitu seseorang melakukan dosa, baik dosa besar maupun kecil.

Rusdiono Mukri by Rusdiono Mukri
4 years ago
in Dakwah
2
Agar hati tidak berkarat

Bandung, Gontornews – Perbuatan maksiat akan menyebabkan hati berkarat. Jika perbuatan maksiat terus menerus dilakukan maka karat hati terus meningkat. Akibatnya hati akan tertutup dari kebenaran. “Dosa dan maksiat yang dilakukan oleh manusia akan menyebabkan hati menjadi buta dan terkunci dari kebenaran,” papar Prof Dr H Sofyan Sauri, MPd, dalam kajian Ahad (29/5) pagi ba’da Shubuh yang disiarkan secara hybrid melalui aplikasi Zoom dari Masjid Al-Falaq, Gegerkalong Tengah, Kota Bandung.

Guru Besar Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) itu menyebutkan, hati menjadi gelap sebagai efek terburuk dari seringnya mengulangi dosa. Jika ini terjadi maka kemampuan manusia untuk membedakan kebenaran dengan kebatilan akan hilang. Manusia juga akan kehilangan cahaya ilmu. Akibatnya, dosa yang dikerjakan oleh anggota tubuh secara otomatis mengalir ke hati dan membuatnya gelap dan membusuk.

Akibat yang paling mengerikan, terang Prof Sofyan, yaitu ketika seseorang tak mampu lagi mengenali jalan yang harus ditempuh, sehingga terjerumus dalam kesesatan dan kemerosotan. “Pada akhirnya dia membuang kunci kebahagiaannya dengan tangannya sendiri, dan jika dia mengulang dosa maka noda itu bertambah hingga hatinya penuh,” tambah dosen Program Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA) Bogor itu.

Allah berfirman, yang artinya: “Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat.” (QS al-Baqarah: 7).

BACA JUGA

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Magnet Rezeki Center Undang Majalah Gontor Ikuti Seminar Hybrid Serentak di Beberapa Kota

Azhariyat Indonesia Buka Seri Bedah Disertasi dan Riset Menggali Ecofeminism dan Eco-Islam

100 Tahun Pondok Modern Darussalam Gontor

Rumil Al-Hilya Gelar Kajian ‘Ketentuan dalam Harta Warisan’ Bersama Ustadzah Aini Aryani Lc

Lalu mengapa hati menjadi gelap? Mengutip Imam Muhammad bin Jarir ath-Thabari rahimahullah dalam Tafsir ath-Thabari, Prof Sofyan menyebutkan, dosa jika dilakukan terus-menerus maka pada akhirnya qalbu (hati) akan ditutup oleh Allah SWT. Jika qalbu sudah ditutup oleh Allah maka Allah akan menguncinya. Ketika itulah iman tidak akan menemukan jalan menuju qalbu, dan kufur tidak akan bisa lepas darinya. Karenanya, tidak selayaknya seseorang mengabaikan tobat meskipun kemudian ia mengulang dosa kembali. Karena tobat adalah pembersih dosa di hati.

“Jangan sekali-kali seseorang mengatakan, ‘Untuk apa aku bertobat, aku telah bertobat dari banyak dosa sebelumnya, tapi aku mengulangi lagi perbuatan dosa setelah menyesal dan bertobat, tobatku tidak ada gunanya’,” tandasnya pada Kajian Surah At-Tahrim Ayat 8: “Bertobat sebelum Hati Berkarat dan Terkunci”.



Menurut Prof Sofyan, tobat hukumnya wajib dilakukan seketika begitu seseorang melakukan dosa, baik dosa besar maupun kecil. “Janganlah kita meremehkan sebuah maksiat lalu kita lalui begitu saja tanpa tobat. Janganlah kita melihat besar kecilnya maksiat yang kita lakukan. Tapi hendaklah kita melihat kepada siapa kita bermaksiat. Sesungguhnya kita bermaksiat kepada Allah, Tuhan yang menciptakan kita dan menganugerahkan berbagai nikmat dan rezeki kepada kita,” terangnya.

Jika maksiat yang kita lakukan berupa meninggalkan perkara yang fardhu seperti meninggalkan shalat lima waktu maka wajib kita qadha’. Dan jika maksiat kita berkaitan dengan hak sesama hamba maka diterimanya tobat kita disyaratkan harus mengembalikan hak-hak mereka dan melepaskan diri dari tanggungan terhadap mereka. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Barangsiapa yang memiliki tanggungan kezaliman kepada saudaranya maka hendaklah ia meminta kehalalan darinya karena sesungguhnya di akhirat dinar dan dirham tiada guna, sebelum diambil kebaikannya untuk diberikan kepada saudaranya. Jika ia tidak memiliki kebaikan maka diambil-lah dosa-dosa saudaranya lalu ditimpakan kepadanya” (HR Bukhari).

Kezaliman yang dimaksud dalam hadis di atas, lanjut Sofyan, seperti mencaci, memakan harta orang lain tanpa hak, dan membicarakan keburukannya. Jika seseorang memiliki tanggungan kezaliman kepada orang lain dan wafat sebelum menyelesaikannya tanpa udzur (tanpa sebab yang dibenarkan oleh syariat) maka orang-orang yang ia zalimi pada hari kiamat akan mengambil kebaikan orang yang berbuat zalim. Jika kebaikannya tidak mencukupi maka dosa orang yang dizalimi diambil dan diberikan kepadanya lalu ia dilemparkan ke api neraka. Karena itu waspadai mata hati yang buta. Allah SWT berfirman, yang artinya:“Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta ialah hati yang di dalam dada.” (QS al-Hajj: 46).

Di sisi lain waspadai dosa yang kita lakukan. Menurut Prof Sofyan, dosa yang dilakukan terus menerus akan membuat hati manusia semakin gelap dan gelap. Hingga suatu saat dia akan melihat keburukannya sebagai kebaikan. Dan ini merupakan kondisi terburuk sehingga sangat sulit baginya untuk kembali. Noda hitam itu membuat hati menjadi berkarat. “Ini yang paling ditakutkan,” katanya.

Mengutip Syekh Abdul Qadir al-Jailani dalam kitab al-Fath ar-Rabbani wa al-Faidh ar-Rahmani, Prof Sofyan mengatakan, hati itu bisa berkarat. Jika tidak dirawat, hati akan menjadi hitam kelam karena jauh dari nur (cahaya). Selain karena dosa, hati menjadi hitam karena cinta dan rakusnya terhadap dunia, tanpa punya sikap wara‘ dan tidak pernah puas.

Lalu bagaimana cara membersihkan hati yang berkarat? Mengutip pendapat Syekh Abdul Qadir, setidaknya ada tiga hal yang bisa dilakukan. “Sesungguhnya hati itu bisa berkarat, dan sesungguhnya penggosoknya yaitu membaca Alquran, mengingat mati, dan menghadiri majelis dzikir. Berdzikir dapat membersihkan karat di hati,” ujar Guru Besar kelahiran Cianjur, 20 April 1956, itu.

Syekh Abdul Qadir Al Jilani dalam kitab Al-Ghunyah menyebutkan empat tanda orang yang bertobat. Pertama, dia menjaga lisannya dari sifat curiga, gunjing, dan bohong. Kedua, dia tidak melihat orang lain sebagai musuh dan dengki. Ketiga, menghindar dan tidak bergaul dengan orang-orang yang tidak baik, karena mereka bisa mengalihkan maksud tobat dan menggoda orang yang sedang tobat. Keempat, dia siap untuk mati dalam keadaan menyesal, minta ampun dari dosa yang pernah dilakukan, dan bersungguh-sungguh dalam menaati Allah SWT. “Karena itu perbanyak istighfar sebagaimana penyesalan dan istigfar Nabi Adam ‘alaihissalam dan istrinya ketika melanggar larangan Allah SWT,” terang Prof Sofyan.

“Karena itu bertobatlah sebelum sakaratul maut dating,” ujarnya. Sebab, tobat seseorang akan ditolak jika ia sudah berada dalam keadaan sakaratul maut. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba, selama (ruh) belum sampai di tenggorokan”. (HR At-Tirmidzi)

“Bertobatlah sebelum matahari terbit dari barat.” Sebab, tobat tidak akan diterima ketika matahari terbit dari sebelah barat. Rasulullah SAW bersabda, yang artinya: “Barangsiapa tobat sebelum matahari terbit dari barat, maka Allah akan menerima tobatnya.” (HR Muslim).

“Tuhanku, ampunilah kekeliruan dan kebodohanku, kelewatbatasanku dalam sebuah hal, dan dosaku yang mana Kau lebih tahu dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku dalam serius dan gurauanku, kekeliruan dan kesengajaanku. Apa pun itu semua berasal dariku. Tuhanku, ampunilah dosaku yang terdahulu dan terkemudian, dosa yang kusembunyikan dan kunyatakan, dan dosa yang mana Kau lebih tahu dariku. Kau Maha Terdahulu. Kau Maha Terkemudian. Kau Mahakuasa atas segala sesuatu.” (HR. Bukhari dan Muslim).

Wahai orang-orang yang beriman! Bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu dan memasukkan kamu ke dalam surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak mengecewakan Nabi dan orang-orang yang beriman bersama dengannya; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka berkata, “Ya Tuhan kami, sempurnakanlah untuk kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sungguh, Engkau Maha kuasa atas segala sesuatu.” (QS At-Tahrim: 8). []

Tags: MaksiatProf Sofyan SauriTobat
Share126Tweet79Send
Previous Post

Saudi Larang Warganya Kunjungi Indonesia

Next Post

Dewan Dakwah Depok Siap Sinergi Dakwah

Rusdiono Mukri

Rusdiono Mukri

Redaksi Majalah Gontor

Comments 2

  1. bundasofy says:
    4 years ago

    Alhamdulillah jazakallah khair pa prof ilmunya.. Sangat bermanfaat

  2. bundasofy says:
    4 years ago

    Alhamdulillah Terima kasih pa prof ilmunya.. Sangat bermanfaat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

Teman Paling Baik Menurut Al-Qur’an

22 October 2026
Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

Gontor 7 Kalianda Gelar Pergantian Pengurus OPPM

22 October 2026
HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

HNW Ajak Intelektual Dunia Tangani Islamofobia

23 October 2026
Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

Peluncuran Rumah Qur’an Magnet Rezeki: Target Bebaskan Indonesia dari Buta Huruf Al-Qur’an

26 October 2026
Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

Hari Santri Nasional: Wagub Banten Dorong Pencak Silat Jadi Mulok Wajib Pesantren

24 October 2026
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

0
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

0
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

0
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

0
IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

IQT UNIDA Gontor Pelajari Said Nursi di Yayasan Nur Semesta

0
Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

Kakao Jambi Jadi Telanai Coklat

27 October 2026
Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

Prof Husnan Bey Raih Penghargaan Santri Diplomat Inspiratif 2026

27 October 2026
Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

Perkuat Branding Islami, Tim PkM Ilkom UNIDA Gontor Latih Pengelolaan Instagram Sekolah Hadlonah Darussalam

26 October 2026
Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

Tim PKM Ilkom UNIDA Gontor Ajak Sekolah Kelola Akun Medsos Secara Profesional

26 October 2026
Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

Rupiah Goes to School Program Inspiratif GenBI UNIDA Gontor

26 October 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bazar Buku. Silahkan japri untuk pemesanan via instagram hari ini.
  • Buku ini ditulis untuk kamu yang sedang atau pernah menjalani kehidupan di pesantren. Pesan sekarang atau kunjungi stan Majalah Gontor di ESPECTO BAZAR.
  • ESPECTOR BAZAR AL HASSAN BEKASI 24 - 25 OKTOBER 2026.  DAPATAKAN DISKON 15% BAGI PEMESAN BUKU INI VIA INSTAGRAM. 
BELUM TERMASUK ONGKIR. 
UNTUK PEMESANAN BISA JAPRI ADMIN.
  • Assalamu
  • Pre Order dibuka kembali hingga 25 Oktober 2026

Link pembelian bisa dilihat di bagian akhir gambar atau di profile.
atau bisa langsung ke link dibawah ini :
https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews
  • Telah terbit dan bisa dipesan
Majalah Gontor Edisi Oktober 2026
pemesanan bisa ke nomor :
081234160133

untuk edisi khusus 100 tahun gontor bisa dipesan melalui link dibawah ini
https://bit.ly/pesan-majalah

#majalahgontor 
#gontornews 
#pesanmajalah
  • Bismillah, bagi yang ingin mempromosikan usahanya di Majalah Gontor edisi November silahkan daftar dan cek paketnya pada link https://bit.ly/pasang-iklan-mg atau scan barcode pada gambar.

#majalahgontor #gontornews
  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025

Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan: 
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-

Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802

Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews 

#majalahgontor 
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.

Ukuran : S, M, L, XL

Link Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju

#majalahgontor 
#gontornews

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Pondok Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result