Depok, Gontornews — Ketahuilah bahwa utang akan menggelisahkan Anda di malam hari, menghinakan Anda di siang hari, dan menyusahkan Anda di hari Kiamat!
Menyiasati hidup agar terlewat dari lilitan utang ternyata gampang-gampang susah. Asalkan, pasutri siap konsisten dalam mensyukuri nikmat Allah SWT serta pandai dalam menata anggaran keuangan rumah tangga, permasalahan keuangan seperti ini pasti dapat dilalui dengan baik pula.
Namun, tidak semudah yang dibayangkan, pada kenyataannya, masih banyak pasutriΒ yangΒ terus tergoda hingga terjerumus ke dalam jeratan utang. Lantas, bagaimana melewati satu bulan tanpa berutang?
Yup, tidak diragukan lagi bahwa peran utama dalam hal ekonomi rumah tangga tertumpu pada istri selaku direktur sekaligus manajer eksekutif rumah tangga. Oleh karenanya, istri harus cerdas dan tangkas mengelola keuangan dan jangan lupa bicarakan permasalahan keuangan pada pasangan Anda.
Dr Akram Ridha, dalam bukunya βKiat Bebas dari Utang; Mengatur Keuangan Keluargaβ, menegaskan bahwa anggaran keuangan adalah keseimbangan dan perbandingan antara pemasukan dan pengeluaran rumah tangga βpada rentang waktu tertentu- untuk mengetahui surplus atau defisit anggaran, dan mempelajari substitusi-substitusi untuk menginvestasikan surplus atau menutupi defisit.
βPasutri juga perlu mempelajari kiat mengelola uang agar bisa menjadi stimulus kuat sekaligus sebagai kerangka ideal guna mengatur dan mengontrol anggaran rumah tangga,β tambahnya. Selain itu, pasutri juga harus memperhatikan asas-asas anggaran keuangan rumah tangga, yakni halal, hemat, dan skala prioritas.
Berikut tips agar pasutri terbebas dari utang:
- Dalam menyusun rencana anggaran keuangan, diskusikan bersama dengan pasangan untuk mencari cara-cara terbaik dalam mengelola keuangan.
- Perkirakan anggaran pengeluaran dengan menyesuaikan pemasukan setiap bulan.
- Manajer yang rasional adalah mereka yang merencanakan pengeluarannya dalam bimbingan pemasukan yang diharapkan, dan bukan sebaliknya. Kelolalah uang, kemudian tetapkan kebutuhan-kebutuhan, dan bukan sebaliknya.
- Kondisi memiliki sifat selalu berubah. Oleh karenanya, materi-materi perencanaan anggaran keuangan juga harus siap dan terus memperhatikan perubahan. Setelah itu, dengan cepat diikuti pengambilan keputusan dalam mengubah anggaran keuangan agar dapat efektif kembali dalam merealisasikan tujuan.
Ingatlah, anggaran keuangan akan menstabilkan kondisi rumah tangga dan melatih anak-anak dalam mengelola keuangan. Hasilnya, pengeluaran terkendali, devisit tertutup, dan terinvestasilah surplus anggaran. [Edithya Miranti]






















