Jakarta, Gontornews — Aksi jutaan umat Islam pada 212 di Monas lalu rupanya menjadi perhatian para menteri dari Brunei Darussalam, Malaysia, dan Singapura. Para Menteri Agama negara-negara MABIMS menanyakan Aksi Super Damai itu kepada Menag Lukman Hakim Saifuddin saat bertemu di Malaysia.
Terkait hal itu, seperti dikutip kemenag.go.id, Menag Lukman mengatakan, aksi yang berlangsung sangat damai pada Jumat lalu menjadi bagian dari potret demokrasi di Indonesia.
Jutaan umat Islam yang memadati Monas dan sekitarnya mengisi aksi mereka dengan membaca dzikir, doa, dan shalawat, dan ditutup dengan shalat Jumat.
“Itulah demokrasi yang berkembang di Indonesia. Hak berunjukrasa dan menyatakan pendapat itu dijamin oleh konstitusi. Meski berunjukrasa mereka tetap bisa damai, menghormati hak orang lain, dan tidak anarkis,” terang Menag usai menghadiri pertemuan para Menteri Agama yang tergabung dalam MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura) di Kuala Lumpur, Senin (5/12) malam. [M Khaerul Muttaqien/Rus]

















