Shanghai, Gontornews — Raksasa jual-beli online dunia asal Cina, Alibaba Group Holding, Senin (9/8/2021), memecat seorang manajer terduga pelecehan seksual terhadap seorang karyawan wanita.
“Ia telah dipecat dan tidak akan pernah dipekerjakan kembali,” kata Direktur Eksekutif Alibaba Group, Daniel Zhang, sebagaimana dilansir Reuters.
Zhang menjelaskan karyawannya tersebut melakukan tindakan intim kepada seorang karyawati dalam kondisi mabuk. Kini, pihak kepolisian tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus tersebut.
“Alibaba Group memiliki kebijakan tanpa toleransi terhadap pelanggaran seksual. Kepastian tempat kerja yang aman bagi semua karyawan merupakan prioritas utama Alibaba,” jelas Jurubicara Alibaba.
Sepanjang akhir pekan, seorang karyawati memposting sesuatu sebanyak 11 halaman ke intranet Alibaba. Ia mengatakan atasannya dan seorang klien melakukan pelecehan seksual saat mengadakan perjalanan bisnis.
Isu terkait insiden pelecehan seksual menempati peringkat teratas dalam laman sosial media asal Cina, Weibo dengan hashtag #MeToo menyusul skandal seks yang melibatkan seorang selebriti pekan lalu.
Zhang telah menyampaikan persoalan ini ke presiden direktur dan kepala sumberdaya manusia Alibaba. Lebih lanjut, Zhang menambahkan, bahwa investigasi serupa tengah berlangsung terhadap satu orang korban yang tersebut dalam coretannya itu.
Alibaba akan melakukan pelatihan ke seluruh perusahaan untuk mencegah pelecehan seksuall serta mendorong saluran yang memungkinkan karyawan untuk melaporkan aksi tidak terhormat tersebut.
Selain mengutuk pelecehan seksual, Albaba juga menentang budaya buruk minum paksa. Insiden ini mengacu pada seorang atasan yang memerintahkan bawahannya untuk minum alkohol bersama rekan kerja saat makan malam atau perjalanan bisnis.
“Terlepas dari jenis kelamin, apakah itu merupakan permintaan pelanggan atau supervisor, karyawan kami izinkan untuk menolak (permintaan minum alkohol),” tegasnya.
“Kejadian ini merupakan penghinaan bagi seluruh karyawan Alibaba. Kita harus menunggu kembali dan kita harus berubah,” tutup Zhang. [Mohamad Deny Irawan]






















