Aljazair, Gontornews – Setidaknya 257 tewas setelah pesawat militer buatan Rusia jatuh di dekat pangkalan udara Boufarik dekat Aljazair, Rabu (11/4) pagi. Pesawat Ilyushin Il-76 yang membawa sebagian besar tentara terjatuh tak lama setelah tinggal landas.
Kementerian pertahanan Aljazair mengatakan bahwa 247 korban tewas adalah penumpang pesawat dan 10 lainnya merupaka awak pesawat.
Ennahar TV, stasiun TV lokal memberitakan seorang pejabat partai yang berkuasa di Aljazair mengatakan bahwa 26 orang yang juga menjadi korban trwas adalah anggota Front Polisario, gerakan separatis di Sahara Barat, sebuah wilayah yang juga diklaim oleh Maroko.
Selain itu, Algerie24, sebuah situs berita lokal, juga mengatakan bahwa pesawat itu menuju ke kota Bechar di Aljazair barat. Sementara situs web Aljazair memposting sebuah gambar yang menunjukkan asap tebal mengepul dari lokasi kecelakaan, dan beberapa orang terlihat sibuk untuk membantu.
Kecelakaan di Boufarik menjadi tragedi terburuk di Aljazair sejak 2003. Setelah sebelumnya Jet Air Algerie jatuh tak lama setelah tinggal landas dari Tamanrasset dan menewaskan 102 orang. Kemudian pada tahun 2014, lebih dari 70 personil militer lepas tugas bersama anggota keluarga mereka tewas ketika pesawat C-130 menabrak gunung Djebel Fertas sesaat sebelum mendarat di kota utara Constantine.
Pada Desember 2012, dua jet militer melakukan operasi pelatihan rutin bertabrakan di udara dekat Tlemcen, di barat laut Aljazair, menewaskan pilot kedua pesawat, dan sebulan sebelumnya, sebuah pesawat angkut militer CASE C-295 twin-turboprop, yang membawa muatan kertas untuk mencetakan uang kertas di Aljazair, jatuh di Prancis selatan. Pesawat itu membawa lima tentara dan seorang wakil dari bank sentral Aljazair, tidak ada yang selamat. [Devi Lusianawati/Aljazeera]






















