Jakarta, Gontornews — Keluarga Besar Ikatan Alumni Universitas Islam Madinah Indonesia menyatakan menolak tegas segala upaya makar, politisasi dan internasionalisasi pengelolaan dua kota suci umat Islam. ”Segenap alumni yakin, Kerajaan Arab Saudi merupakan satu-satunya pihak yang berhak menangani pengelolaan Al-Haramain,” kata KH Bachtiar Nasir
Lc, Ketua Umum Ikatan Alumni Univ Islam Madinah di Indonesia.
Segenap alumni Saudi, tegas Bachtiar Nasir, meyakini bahwa Kerajaan Arab Saudi merupakan satu-satunya pihak yang berhak menangani pengelolaan dua kota suci umat Islam. “Kami juga menolak secara bulat dan tegas segala upaya makar, politisasi nasional dan internasional, serta distorsi fakta atas segala hal yg telah dilakukan Kerajaan Arab Saudi, dengan tujuan mengambilalih pengelolaan dua kota suci umat Islam.”
Kepada pers, Sekjen Ikatan Alumni Madinah, Muhammad Ridwan Yahya, menjelaskan bahwa keluarga besar Ikatan Alumni Universitas-Universitas Arab Saudi di Indonesia serta Ikatan Alumni Univ Islam Madinah di Indonesia sengaja bertemu di Jakarta pada hari Kamis (22 Jumadil Ula 1439 H/8 Februari 2018). Mereka membahas berbagai peristiwa terkini yang menyoal komitmen serta peran Kerajaan Arab Saudi serta segenap rakyatnya dalam menjaga dua kota suci umat Islam, mengelola pelaksanaan ibadah haji dan umrah, serta melayani para tamu Allah.
Menurut Abdullah Said Baharmus, selaku Dewan Penasihat Ikatan Alumni Madinah, segenap alumni, khususnya para tokohnya yang saat ini memangku jabatan strategis di lingkungan pemerintahan dan masyarakat Indonesia, sangat berterimakasih yang setulus-tulusnya kepada Raja Salman bin Abdul Aziz Al Sa’ud dan Putra Mahkota Muhammad bin Salman bin Abdul Aziz Al Sa’ud serta Pemerintahannya yang mulia atas segala usaha keras berkesinambungan dalam menjaga dan membangun Al-Haramain. “Kerajaan Saudi juga telah mengeluarkan dana sangat besar untuk menghadirkan fasilitas terbaik bagi segenap tamu Allah dan para peziarah,” tambahnya.
Adapun menyangkut konferensi tentang internasionalisasi pengelolaan Al-Haramain serta ibadah haji dan umrah, yang disinyalir dilaksanakan di salah satu universitas di Indonesia belum lama ini, jelas Abdullah Said, ikatan alumni mencermati, bahwa acara serta upaya tsb sama sekali tidak berarti dan tidak mendapat perhatian, simpati, serta dukungan sedikit pun dari Pemerintah dan Bangsa Indonesia.
“Semoga Allah SWT menjaga dua kota suci umat Islam, Penjaganya, dan Kerajaan Arab Saudi dari tangan serta upaya makar para musuh Allah. Hanya Allah lah yang menaungi setiap maksud dan tujuan kita,” tegasnya.[DJ]





















