Quito, Gontornews — Presiden Ekuador, Guillermo Lasso, Senin (15/11/2021), mengumumkan rencana untuk mengerahkan pasukan militer demi menenangkan situasi di penjara. Kebijakan Lasso ini merupakan kebijakan untuk mengatasi insiden kekerasan yang telah menyebabkan puluhan tahanan tewas.
Sebagai informasi, pemerintah mengonfirmasi kerusuhan antara dua kelompok narapidana dari penjara Penitenciaria del Litoral, Sabtu (13/11/2021). Akibat kerusuhan tersebut, 68 orang narapidana tewas dan 25 narapidana lain mengalami luka-luka.
Sebelumnya, pada akhir September, insiden serupa terjadi dengan 119 narapidana tewas di penjara yang terletak di Guayaquil tersebut. Pihak berwenang mengaitkan kerusuhan tersebut melibatkan dua kelompok penyelundup narkoba yang bersaing memperbutkan rute perdagangan.
Pemerintah menganggap insiden kerusuhan ini menjadi yang terburuk dalam beberapa dasawarsa terakhir. Karenanya, Presiden Lasso dan jajarannya membuat langkah-langkah untuk menenangkan kembali situasi penjara yang mereka sepakati.
“(Ekuador menghadapi) ancaman eksternal yang serius dari serangan mafia penyelundup narkoba yang berniat untuk menguasai pusat-pusat penahanan dan mengambil ketenangan pikiran kita,” ucap Lasso dalam konferensi pers di Guayaquil yang dilansir Reuters.
Negara sekutu Ekuador seperti Amerika Serikat dan Kolombia siap membantu mereka dalam memerangi perdagangan narkoba.
Presiden juga menjanjikan upaya untuk memediasi kedua kelompok penyelundup narkoba di sebuah institusi lembaga pemasyarakatan semisal penjara. Termasuk, Presidan akan mengerahkan beberapa pasukan militer untuk meciptakan situasi perdamaian di dalam penjara.
Tidak hanya itu, Presiden juga menginstruksikan pasukan militer akan berpartisipasi dalam kontrol keamanan di dalam dan di luar penjara.
Presiden menunjuk Jenderal Orlando Fabian Fuel sebagai kepala kelompok militer untuk mengamankan situasi di penjara. Ia juga menunjuk Luis Burbano sebagai komandan baru tentara Ekuador dan menempatkan Fausto Cobo sebagai penanggung jawab otoritas penjara SNAI. [Mohamad Deny Irawan]


















