Beijing, Gontornews — Pemerintah Cina, Jumat (30/12/2022), menegaskan bahwa data kematian akibat Covid-19 yang mereka rilis selalu transparan. Meski demikian, angka kematian yang kecil di Cina tidak sebanding dengan penambahan kasus Covid-19 di negara lain serta kewalahannya sistem kesehatan seiring penambahan kasus.
Badan pengendalian penyakit nasional Cina, Jumat, mengatakan ada 5.500 kasus lokal baru dan satu kematian. Tetapi, berakhirnya pengujian massal dan penyempitan kriteria kematian akibat Covid-19 menyebut kecilnya angka tersebut tidak lagi mecerminkan hal yang sebenarnya. Beberapa ahli memperkirakan ada sebanyak 9.000 kematian akibat Covid-19 setiap hari di Cina.
“Cina selalu menerbitkan informasi tentang kematian akibat Covid-19 dan kasus kritis dengan semangat keterbukaan dan transparansi,” ungkap Jiaou Yahui dari Komisi Kesehatan Nasional (National Health Commission/NHC) kepada wartawan, Kamis.
Jiao menambahkan Cina menganggap kematian Covid-19 adalah mereka yang meninggal karena sesak nafas akibat virus dan telah dinyatakan positif melalui tes asam nukleat. Kriteria ini berbeda dengan negara lain yang menetapkan kematian Covid-19 setelah dinyatakan positif dalam rentang 28 hari.
“Cina selalu berkomitmen pada kriteria ilmiah untuk menilai kematian akibat Covid-19, dari awal hingga akhir, yang sejalan dengan kriteria internasional,” kata Jiao sebagaimana dilansir Channel News Asia.
Pekan lalu, NHC mengatakan bahwa pihaknya tidak akan lagi merilis angka kematian akibat Covid-19 harian. [Mohamad Deny Irawan]






















