Jeddah, Gontornews — Pemerintah Arab Saudi berencana untuk ‘mengisolasi sosial’ warga yang tidak mau mendapatkan vaksin. Melalui aturan tersebut, pemerintah melarang warga yang belum tervaksin untuk masuk ke lembaga pemerintahan manapun.
Pejabat Kementerian Kesehatan, Dr Naser Tawfiq, mengingatkan bahwa upaya ini bertujuan untuk mengurangi sikap negatif warga yang meremehkan vaksin. “Keputusan ini tentu akan mengurangi sikap negatif yang meremehkan vaksin,” kata Tawfiq sebagaimana dilansir Arab News.
“Orang yang berusaha menghindari vaksin akan diisolasi secara sosial. Isolasi mereka baik untuk kita karena semua masyarakat ingin kembali hidup normal dan satu-satunya solusi yang aman adalah dengan mendapatkan vaksin,” imbuh Tawfiq.
Pemerintah Arab Saudi mewajibkan warganya untuk mendapatkan satu dosis vaksin Covid-19 atau telah pulih Covid-19 untuk dapat menghadiri pertemuan sosial, budaya, olahraga, hiburan dan memasuki perusahaan milik pemerintah, swasta ataupun komersial.
Sejauh ini, Arab Saudi berhasil memberikan vaksin kepada 27.638.716 orang dengan 1.481.272 berasal dari kelompok masyarakat lanjut usia.
Pada Senin (2/8/2021), Arab Saudi melaporkan 10 kematian tambahan sehingga total kasus kematian akibat Covid-19 menjadi 8.259. Otoritas kesehatan setempat juga mengonfirmasi penambahan 1.063 kasus baru yang terakumulasi menjadi 527.877 kasus. Sebanyak 10.624 kasus tetap aktif sedangkan 1.434 pasien dalam kondisi kritis.
Dari kasus baru yang tercatat, 244 kasus terkonfirmasi di Mekkah, 217 di Riyadh, 152 Eastern Province dan 70 kasus di Madinah. Kementerian Kesehatan juga mengatakan 1.620 warga pulih dari penyakit ini dan meningkatkan jumlah total pemulihan menjadi 508.994. [Mohamad Deny Irawan]
























