Madinah, Gontornews — Kerajaan Arab Saudi, Sabtu (11/6/2022), mengapresiasi kehadiran Museum Biografi Nabi dan Peradaban Islam di Madinah. Menteri Perdagangan dan Pejabat Menteri Media Saudi, Majid Al-Qasabi, mengungkapkan kekagumannya terhadap museum Nabi dengan segala bentuk penyampaian serta format dokumenter yang modern.
Qasabi menjelaskan bahwa museum ini sejalan dengan keinginan Kerajaan untuk melayani AL-Qur’an dan Sunnah Nabi, terutama biografi Nabi. Karenanya, ia menambahkan bahwa museum itu memenuhi tujuan Visi Saudi 2030 dalam memperkaya motif keimanan bagi para jamaah masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
Sebagai informasi, museum ini diluncurkan tahun lalu di bawah pengawasan Liga Muslim Dunia (World Moslem League/WML). Museum ini merupakan yang pertama dari serangkaian museum Nabi yang dibangun di seluruh dunia, seperti Indonesia, yang berada langsung di bawah payung WML.
Museum Nabi di Arab Saudi terletak di sebelah Masjid Nabawi di Madinah. Museum ini buka selama 24 jam sehari dan didedikasikan untuk sejarah dunia Islam serta kehidupan Nabi.
“(Isi pameran dan museum mewakili) warisan sejarah untuk menyebarkan pendekatan kenabian yang benar ke seluruh bagian dunia untuk menunjukkan toleransi dan moderasi Islam,” ungkap Gubernur Madinah, Pangeran Faisal bin Salman, sebagaimana dilansir Arab News.
Sekretaris Jenderal MWL, Dr Mohammed bin Abdulkarim Al-Issa, mengatakan museum ini berusia memperkenalkan kehidupan Nabi dan peradaban Islam kepada dunia. Tidak hanya itu, Ia juga mengatakan museum ini menonjolkan nilai-nilai peradaban dalam konstitusi Madinah dan Dokumen Makkah sebagai landasan persaudaraan dan eksistensi manusia. [Mohamad Deny Irawan]






















