Gelandang serang Barcelona asal Turki, Arda Turan (29), mengapresiasi kepemimpinan Presiden Turki, Racep Tayyep Erdogan. Menurutnya, Erdogan mampu menjadikan Turki sebagai negara yang lebih kuat dan bersedia bergabung untuk menciptakan hal tersebut.
“Untuk Turki yang lebih kuat, saya ingin bergabung untuk menciptakannya. Erdogan akan menciptakan negara yang bersatu dan saya loyal dengan komandan saya,” sebut Arda Turan sebagaimana dilansir laman panditfootball.
Dalam visinya, Erdogan ingin mengubah Turki menjadi negara Islam sepenuhnya sekaligus meninggalkan sistem sekulerisme yang telah ditanamkan Musatafa Kamal Attaturk.
Loyalitas terhadap pemimpin yang diperlihatkan pemain kelahiran 30 Januari 1987 itu berbuah bulan-bulanan dari kelompok anti-Erdogan. Bahkan, Arda kerap menerima cercaan hingga kecaman yang menganggapnya sebagi pembangkang dan tidak mencintai negaranya.
Tidak terima dengan kecaman dan cercaan dari pendukung anti-Erdogan, Arda menyampaikannya dengan pesan terbuka.
“Salah satu hal fundamental dan dibutuhkan untuk menunjang demokrasi, adalah mengekspresikan ide. Kecintaaan saya kepada negara dan Ataturk, mempertanyakan dan menghakimi dengan tuduhan yang tidak beralasan, ini bukan salah siapapun,” ungkap pemain internasional Turki itu.
“Saya berulang kali mengibarkan bendera Turki dan dipandang jutaan pasang mata, dengan bangga mengusungnya di Eropa dan stadion-stadion terbesar di dunia.”
“Saya akan terus mencintai tiap individu negara ini seperti orangtua dan keluarga saya. Saya menolerir setiap kritikan, cinta tidak menolerir penggunaan ekspresi yang digunakan. Saya punya toleransi di tiap kritikan, tapi saya tak bisa menolerir kecintaan akan negara. Ini hidup bagi saya,” jelasnya.
Meskipun berprofesi sebagai pemain bola, Turan dikenal memiliki jiwa sosial yang tinggi. Saat dirinya memperkuat Atletico Madrid, salah satu klub La Liga Spanyol, Turan memberikan bantuan kepada warga korban tragedi Khojali, tragedi berdarah dengan kurang lebih 613 nyawa warga Azerbaijan melayang oleh tentara Armenia.
Selain itu, pemain termahal dalam sejarah persepakbolaan Turki itu juga dikenal sebagai kutu buku. Beberapa buku yang dibacanya adalah Biography of Muhammad Ali, Federer, Kunai (Okay Tiryakioglu), atau The Life of Muhammad karya Martin Lings. [Mohamad Deny Irawan/Rus]




















