London, Gontornews — Menteri Luar Negeri (Menlu) AS menyerukan gencatan senjata nasional di Yaman dan “perjanjian perdamaian yang abadi” dalam panggilan telepon dengan perdana menteri negara itu pada hari Kamis (25/3).
“Menlu (Antony) Blinken menyambut baik dukungan Pemerintah Republik Yaman untuk gencatan senjata nasional yang komprehensif dan pembicaraan politik yang dipimpin PBB dan keterlibatannya yang berkelanjutan dengan Utusan Khusus PBB Griffiths,” kata Departemen Luar Negeri dikutip Arabnews.com.
Dalam panggilan telepon itu, Blinken juga berterima kasih kepada Perdana Menteri Maeen Abdulmalek Saeed atas upayanya untuk meringankan penderitaan rakyat Yaman, termasuk mengizinkan kedatangan empat kapal bahan bakar di pelabuhan Hodeidah pada hari Rabu.
Arab Saudi mengumumkan inisiatif perdamaian baru pada hari Senin untuk mengakhiri perang enam tahun.
Inisiatif tersebut termasuk gencatan senjata yang komprehensif, pembukaan kembali bandara Sana’a, pelonggaran pembatasan di pelabuhan Hodeidah dan dimulainya kembali negosiasi politik.
AS menyambut baik inisiatif tersebut pada hari Senin dan Blinken mengatakan kepada Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan bahwa Washington mendukung upaya untuk mengakhiri konflik, “dimulai dengan kebutuhan semua pihak untuk berkomitmen pada gencatan senjata dan memfasilitasi pengiriman bantuan kemanusiaan.”
Utusan AS untuk Yaman Tim Lenderking juga menyambut baik komitmen Arab Saudi dan pemerintah Yaman untuk gencatan senjata dan proses politik.
Departemen Luar Negeri mengatakan Lenderking akan melakukan perjalanan ke Timur Tengah pada hari Kamis untuk pertemuan dengan pejabat senior pemerintah guna membahas upaya internasional untuk mempromosikan gencatan senjata dan perjanjian perdamaian di Yaman. []






















