Riyadh, Gontornews — Kementerian Energi Arab Saudi pada Kamis mengecam serangan terhadap instalasi minyak vital di Jazan, yang mengakibatkan kebakaran di salah satu tangkinya.
Kementerian tersebut mengatakan “tindakan sabotase ini menargetkan keamanan pasokan energi.”
Koalisi Arab dan pertahanan udara Saudi mencegat dan menghancurkan beberapa drone bermuatan bahan peledak yang diluncurkan oleh milisi Houthi Yaman menuju Kerajaan Saudi pada Kamis (25/3) pagi, TV pemerintah melaporkan.
“Hari ini pukul 21:08 serangan dengan proyektil dilakukan di terminal distribusi produk minyak bumi di Jazan,” kata seorang jurubicara kementerian.
Ia menambahkan, serangan tersebut mengakibatkan kebakaran di salah satu tangki terminal, dan tidak ada korban jiwa.
“Serangan itu tidak menargetkan Kerajaan saja, tetapi juga ekspor minyak bumi, stabilitas pasokan energi ke dunia, kebebasan perdagangan dunia, serta ekonomi global,” kata jurubicara itu dikutip Arabnews.com.
Dia juga mengatakan serangan semacam itu “mempengaruhi lalu lintas laut dan membuat pantai dan perairan teritorial mengalami kerusakan lingkungan yang parah.”
Dua drone lainnya yang dicegat menargetkan kota barat daya Khamis Mushait, sementara yang lain menargetkan Najran di dekat perbatasan Yaman. Sisanya menargetkan warga sipil dan daerah pemukiman di bagian lain Arab Saudi selatan.
Koalisi mengatakan bahwa milisi Houthi yang didukung Iran mencoba menargetkan universitas di Jazan dan Najran.
Serangan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Arab Saudi mengumumkan rencana perdamaian baru untuk mengakhiri krisis di Yaman, yang mencakup gencatan senjata komprehensif, pembukaan kembali bandara Sana’a, pelonggaran pembatasan pelabuhan Hodeidah, dan memulai kembali proses politik di negara itu.
Dewan Kerjasama Teluk (GCC) mengutuk serangan itu dan mengatakan itu mencerminkan pembangkangan mencolok Houthi kepada komunitas internasional dan mengabaikan semua hukum internasional.
Kepala GCC Nayef Al-Hajraf meminta komunitas internasional untuk “mengambil sikap tegas dan segera untuk menghentikan serangan teroris yang sering terjadi yang menargetkan instalasi penting dan sipil.”
UEA dan Bahrain juga mengutuk serangan itu dan mengatakan mereka mendukung semua tindakan yang diperlukan Saudi untuk menjaga keamanan dan keselamatan rakyat dan wilayahnya.
Organisasi Kerjasama Islam (OKI) memuji “kewaspadaan dan keterampilan” koalisi dalam menggagalkan drone. []
Sementara itu, koalisi mengatakan Houthi juga menembakkan rudal balistik dari Sanaa yang mendarat di kota Al-Jouf di Yaman.
Pejuang koalisi menargetkan gudang dan kendaraan lapis baja milik milisi di Hajjah, Al Arabiya melaporkan.
























