Washington, Gontornews — Amerika Serikat sekali lagi memperingatkan Turki tentang pembelian sistem pertahanan rudal anti-balistik S-400 buatan Rusia. Sebab, hal itu hanya akan melawan ‘kebijakan’ NATO yang Turki menjadi anggotanya.
“Ini bertentangan dengan kebijakan kami. Sistem S-400 itu tidak dapat dioperasikan dengan sistem NATO lainnya. Jadi kami menentang — memiliki beberapa mitra dan sekutu kami di seluruh dunia yang berpotensi membeli S-400,” kata juru bicara Departemen Luar Negeri AS Heather Nauert dalam sebuah pertemuan pers pada 23 Agustus.
Nauert ditanya apakah langkah Turki akan “memicu” sanksi AS. “Saya tidak akan membahasnya. Tetapi kami telah membuat sangat jelas apa yang dapat memicu sanksi bagi negara dan entitas lain di seluruh dunia,” katanya seperti dikutip hurriyetdailynews.com.
Komentar Departemen Luar Negeri AS datang setelah eksportir senjata negara Rusia Rosoboronexport mengumumkan sistem pertahanan udara S-400 akan dikirimkan ke Turki pada 2019.
“S-400 ke Turki. Kontrak tersebut dilaksanakan dalam batas waktu yang disepakati. Pada 2019 kami akan mulai menerapkan kontrak,” kata Alexander Mikheev, CEO Rosoboronexport seperti dikutip oleh agen Interfax Rusia pada 21 Agustus.
Turki dan Rusia telah menandatangani perjanjian tentang pengadaan rudal S-400 dan bahkan telah melakukan pembayaran uang muka sebesar US$ 2,5 miliar. Para pejabat Turki sebelumnya mengatakan, sistem akan diserahkan pada Juli 2019.
Keputusan Ankara untuk membeli sistem canggih Rusia telah lama menjadi masalah antara Turki dan sekutu-sekutunya, terutama dengan Amerika Serikat. Para ahli militer khawatir, pembelian S-400 oleh Turki akan menempatkan keamanan sistem persenjataan sekutu, khususnya pesawat-pesawat F-35 dan fasilitas radar, dalam bahaya. [Rusdiono Mukri]






















