Nay Pyi Taw, Gontornews — Pusat Koordinasi ASEAN untuk bantuan kemanusiaan dan penanggulangan bencana (AHA Centre) berencana untuk mengunjungi Rakhine Utara pekan depan.
Selain itu, ASEAN juga akan memeriksa kesiapan Myanmar dalam melaksanakan proses repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh.
Waki Menteri Kesejahteraan, Bantuan Sosial dan Pembangunan Myanmar, U Soe Aung, mengatakan bahwa perwakilan ASEAN tersebut dijadwalkan tiba di Myanmar pada hari Jumat (30/11) yang dilanjutkan dengan pertemuan koordinasi dengan para pejabat setempat untuk membahas perihal repatriasi.
“Mereka ingin membantu repatriasi. Namun, repatriasi juga tergantung pada Bangladesh. (Intinya), kami siap untuk repatriasi,” ungkap U Soe Aung sebagaiamana dilansir The Myanmar Times.
Lebih lanjut, Kementerian Luar Negeri Myanmar juga mengonfirmasi bahwa pejabat ASEAN akan mengunjungi pusat penerimaan pengungsi di Nga Khu Ya dan Taung Pyo Lat Wae serta kamp transit dan area pemukiman sementara di Hla Phoe Khaung.
Selama KTT ASEAN ke-33, pemimpin de facto Myanmar, Aung San Suu Kyi, mendapatkan cibiran dari sejumlah pimpinan negara di wilayah Asia Tenggara. Bahkan, Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad, tidak segan menyebut Suu Kyi sebagai pemimpin yang tidak dapat merasakan penderitaan rakyat.
Meski demikian, pertemuan tersebut juga menghasilkan sebuah kesepakatan untuk mendukung langkah repatriasi pengungsi Rohingya dari Bangladesh ke Myanmar. Sebelumnya, proses repatriasi tahap awal gagal dilaksanakan karena pengungsi Rohingya di Bangladesh tidak ingin kembali karena tidak mendapatkan jaminan kewarganegaraan, keamanan serta jaminan pencaharian nafkah dari Myanmar. [Mohamad Deny Irawan]




















