Guangzhou, Gontornews –Sebuah penelitian mengungkap diet tinggi garam dapat berdampak buruk bagi wanita hamil serta membahayakan kesehatan janin di rahim. Secara khusus, penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan hipertensi dan penyakit kardiovaskular pada ibu hamil.
Sebagai informasi, konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan penyakit kardiovaskular yang merupakan penyebab kematian utama secara global. Sebuah tim peneliti asal Cina melakukan penyelidikan tentang efek diet tinggi garam pada wanita hamil dan janinnya.
Penelitian yang terbit di jurnal Gynecology and Obstetrics Clinical Medicine itu menemukan bahwa diet tinggi garam dapat menyebabkan ibu hamil hipertensi dan kardiovaskular. Tidak hanya itu, diet tinggi garam juga menyebabkan tekanan darah tinggi serta meningkatkan kemungkinan anak di dalam rahim mengalami hipertensi. Konsumsi garam berlebih dapat menyebabkan penebalan katup jantung atau fibrosis jantung.
“Kami memisahkan tikus betina hamil menjadi tiga kelompok terpisah. (Kami) memberikan mereka makanan dengan kandungan garam berbeda (tinggi, normal dan rendah). Sementara untuk mengeksplorasi efek dari hipertensi, akibat diet tinggi garam, kami memantau tekanan darah dan kadar protein urin dari kedua ibu dan keturunan mereka,” ungkap Jingsi Chen, penulis penelitian ini sebagaimana dilansir Scitech Daily.
“Kami menemukan bahwa tekanan darah keturunan dengan paparan garam tinggi selama kehamilan lebih tinggi dari pada keturunan dengan paparan garam normal di dalam rahim. Ini menunjukkan bahwa lingkungan garam tinggi intrauterin sudah berdampak pada perkembangan bayi dan akan terus berdampak pada mereka hingga dewasa,” sambung Chen.
Sementara itu, peneliti juga menguji kadar protein spesifik dan menemukan bahwa kandungan garam tinggi dapat menyebabkan fibrosis jantung yang terkait dengan masalah hipertensi dan gagal jantung.
“Penelitian ini menunjukkan bahaya dari asupan garam yang berlebihan. Kita semua harus menjaga asupan garam kita sesuai dengan pedoman, terutama wanita selama masa kehamilan,” tutup Chen. [Mohamad Deny Irawan]


















