Depok, Gontornews – “Guru akan tetap selalu menjadi murid. Tapi orang yang menjadi murid tidak selalu bisa memosisikan diri sebagai guru. Bersyukurlah bagi orang-orang yang berpotensi dan mau berusaha untuk menjadi guru,” ujar Konsultan Pendidikan Sekolah Islam, Awaluddin Faj, M.Pd.I., pada training “Membangun Spirit Keikhlasan dan Daya Juang Guru” di SMPIT Nurrurahman Depok, Sabtu (13/8).
“Dengan izin Allah, guru bisa meninggikan derajatnya walau kita tak pernah tahu seberapa. Kalau sudah berderajat di hadapan Allah, apalagi di hadapan makhluk-Nya. Mulia akan selalu datang pada orang yang tidak pernah meminta kemuliaan,” papar alumni Pondok Modern Darussalam Gontor itu.
Menurutnya, guru tidak akan pernah bisa mendidik murid-muridnya tanpa didasari ruh. Pekerjaan tak akan pernah berhasil dan sukses tanpa adanya ruh dari orang yang mengerjakan.
Awaluddin Faj mengatakan, dalam khazanah pendidikan Islam ada ungkapan populer: ”Attariqah ahammu min al maddah. Al mudarrisu ahammu min attariqah. Wa ruhu al mudarrisu ahammu min al mudarrisu nafsihi”. Terjemahannya: Metode lebih penting daripada materi/kurikulum. Guru lebih penting daripada metode. Namun, ruh/spirit guru jauh lebih penting daripada guru itu sendiri.
Ungkapan di atas memberikan gambaran tentang inti persoalan pendidikan, yaitu guru, dan menunjukkan dari mana harusnya langkah peningkatan mutu dan kinerja guru dimulai.
“Sungguh beruntung mereka yang menjadi guru karena salah satu amalan dari tiga amalan yang tidak akan terputus pahalanya akan diperolehnya. Maka dari itu, menjadi guru adalah “panggilan hati”, bekerja dengan penuh dedikasi dan loyalitas, sehingga terbangun kesadaran akan mengajar/mendidik menjadi misi dan tujuan hidup guru selaku manusia,” ungkapnya.
Pengalaman narasumber dalam dunia pendidikan, mulai dari sebagai staf, guru, manajemen, dan pimpinan, membuat suasana pelatihan hidup. Berdasarkan pengalaman, menerapkan pelatihan mampu mengubah pola pikir dan membangun motivasi guru untuk terus terbangun loyalitas dan produktivitasnya sehingga spirit keikhlasan dalam diri guru efektif dan nyata hasilnya.
Sementara itu Kepala SMPIT Nurrurahman, Ahmad Basyari, M.Pd.I, dalam sambutan sebelum dimulainya kegiatan menyebutkan pentingnya nilai keikhlasan dalam mengajar. Ia menyampaikan tentang ruhul amali huwa ikhlas, ruhnya suatu pekerjaan adalah keikhlasan, maka dari itu keikhlasan harus tertanam dalam jiwa pendidik.
Wakil Kepala SMPIT Nurrurahman, H. Achmad Faozan, Lc, mengatakan training spiritual ini dilaksanakan guna meningkatkan kualitas SDM SMPIT Nururrahman, khususnya kesadaran peran utama guru di era 4.0.
Ia berharap, melalui kegiatan yang dilakukan ini, kesadaran diri para pendidik di lingkungan SMPIT Nurrurahman meningkat terhadap tanggung jawab untuk mengantarkan peserta didik menjadi generasi yang shalih dan muslih.
Bagi bapak dan Ibu yang ingin mengadakan kegiatan serupa, bisa menghubungi: 0878-8998-3338.[]























