Sydney, Gontornews — Pemerintah Australia menyerukan warganya untuk mewaspadai gelombang kedua COVID-19. Setelah dianggap berhasil dalam menanganani wabah COVID-19, Australia memberlakukan pembatasaan mobilitas warga pekan ini. Kini, jumlah kematian di Australia meningkat menjadi 98 kasus pada Rabu (13/5).
Sejauh ini, Australia melaporkan 7.000 kasus dengan peningkatan rata-rata harian turun menjadi hanya 0,14 Persen. Sekalipun turun, Australia tetap menganggap bahwa penanganan COVID-19 bak pertandingan marathon bukan pertandingan lari.
Perdana Menteri New South Wales (NSW), Gladys Berejiklian misalnya mengingatkan warganya untuk tetap mewaspadai pergerakan COVID-19. βPenting bagi kita semua untuk mengambil tindakan pencegahan karena akan ada lebih banyak orang yang keluar-masuk dan keluar-masuk untuk rekreasi,β kata Berejiklian.
βKita merasa sangat beruntung dalam posisi ini karena kita meringankan pembatasan. Tetapi itu juga berarti kita harus menjaga kewaspadaan kita dan diuji ketika kita menunjkkan gejala yang paling ringan,β imbuhnya sebagaimana dilansir Reuters.
Negara bagian NSW mencatatkan enam kasus baru dalam 24 jam terakhir. Padahal, sehari sebelumnya, NSW mencatatkan nir kasus COVID-19.
Sementara di negara bagian Victoria, dimana penguncian dilonggarkan memungkinkan pesta makan malam kecil, telah melaporkan tujuh kasus baru. Laporan ini merupakan kasus baru pertama sejak 17 hari sebelumnya.
Australia berharap sebagian besar wilayah dapat hidup normal kembali seperti sedia kala. Mereka pun berharap hampir satu juta orang kembali beraktivitas. [Mohamad Deny Irawan]





















