Jakarta, Gontornews – Memasuki hari pertama sekolah tahun ajaran baru 2018-2019, nilai tukar rupiah kembali melemah 21 poin atas dolar Amerika Serikat dan berada di posisi Rp 14.399, Senin (16/7) pagi.
Menurut analis senior CSA Research Institute, Reza Priyambada, melemahnya nilai tukar rupiah disebabkan karena melemahnya mata uang Euro serta kenaikan inflasi yang terjadi seiring dengan munculnya spekulasi kenaikan suku bunga The Fed.
“Pelemahan di awal seiring imbas masih terapresiasinya laju USD dan masih melemahnya Euro,” ungkap Reza sebagiamana dilansir Antara
Lebih lanjut, Reza menilai bahwa pelemahan rupiah juga disebabkan terdepresiasinya nilai mata uang asing lain terhadap dolar AS.
“Namun demikian, masih terdepresiasinya sejumlah mata uang lainnya terhadap USD patut diwaspadai imbasnya terhadap rupiah,” tambah Reza.
Senada dengan melemahnya rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) juga dikabarkan terkena dampak dan dibuka melemah sebesar 2,61 pon ke posisi 5.941,91. Sementara saham LQ45 juga turun sebesar 0.55 poin ke posisi 937,17. [Mohamad Deny Irawan]





















