Baku, Gontornews — Pemerintah Azerbaijan menutup sebuah masjid yang terafiliasi dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, di Baku. Reuters melansir jika penutupan itu terjadi hanya beberapa hari setelah Iran meluncurkan latihan perang di dekat perbatasan kedua negara. Baku pun mengecam kegiatan tersebut.
“Masjid dan kantor perwakilan Seyyed Ali Akbar Ojaghnejad, perwakilan pemimpin tertinggi (Ayatollah) Ali Khamenei di Baku, disegel dan ditutup hari ini atas pemerintah otoritas Republik Azerbaijan,” kata kantor berita Iran, Tasnim News Agency.
Sebagai informasi, Seyyed Ali Akbar Ojaghnejad, telah memegang jabatan itu sejak 1996. Kantornya berada di dalam masjid yang pemerintah Azerbaijan segel.
Namun, Juru bicara Kementerian Dalam Negeri Azerbaijan, Eskhan Zahidov, mengatakan bahwa penutupan tersebut terkait dengan lonjakan kasus Covid-19 di beberapa lokasi di Baku. Pemerintah Azerbaijan menjelaskan bahwa beberapa masjid di Baku juga mengalami penutupan operasional termasuk masjid Seyyed Ali Akbar Ojaghnejad.
Kedutaan Besar Iran untuk Azerbaijan juga mengatakan pihaknya telah menyelesaikan masalah ini melalui jalur diplomatik.
Sejak pertengahan September, ketegangan antara kedua negara meningkat. Pada Jum’at (1/10/2021), pasukan angkatan darat Iran melakukan manuver di dekat perbatasan.
“Setiap negara dapat melakukan latihan militer apa pun di wilayahnya sendiri. itu hak kedaulatan mereka. Tapi, kenapa sekarang dan kenapa di perbatasan kita?” kata Presiden Azerbaijan, Ilham Aliyev, mengkritik laithan militer Iran di wilayah perbatasan.
Juru bicara Kementerian Iran, Saeed Khatibzadeh, pun merespon dengan mengatakan “Iran tidak mentolerir kehadiran rezim Zionis di dekat perbatasan kami.” Khatibzadeh menyindir hubungan Azerbaijan dengan Israel, yang menjadi musuh bebuyutan Iran.
Israel merupakan pemasok senjata utama ke Azerbaijan terkhusus saat memenangkan perang enam minggu dengan Armenia di Nagorno-Karabakh.
Tetapi, juru bicara Kementerian Luar Negeri Azerbaijan, Leyla Abdullayeva menolak anggapan tersebut. “Kami menolak tuduhan kehadiran pihak ketiga di dekat perbatasan Azerbaijan-Iran. Tuduhan seperti itu sama sekali tidak berdasar,” kata Leyla. [Mohamad Deny Irawan]





















