pesanan-majalah-edisi-khusus
31 °c
Pecenongan
Sat
Sun
Friday, 11 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Wawancara

Bachtiar Nasir, Lc: Umat Islam Harus Terus Cetak Generasi Ulama Intelek

Edithya Miranti by Edithya Miranti
11 October 2018
in Wawancara
0
Bachtiar Nasir, Lc: Umat Islam Harus Terus Cetak Generasi Ulama Intelek

Jakarta, Gontornews —Mencetak generasi ulama intelek menjadi sebuah kebutuhan yang sangat mendesak. Banyaknya jumlah ilmuwan Barat, semakin menggerus kekayaan khazanah Islam yang sejatinya lebih unggul dari mereka. Karena itu, mari kembalikan kejayaan ilmu-ilmu Islam seperti dahulu. Berikut kutipan wawancara dengan Ustadz Bachtiar Nasir, Lc, Sekretaris Jenderal MIUMI (Majelis Intelektual dan Ulama Muda Indonesia) dan pimpinan AQL (Ar-Rahman Qur’anic Learning) kepada Gontornews.com:

Saat ini generasi kita sudah banyak yang tertinggal dalam bidang IPTEK, lantas apa kendalanya dan bagaimana caranya agar umat Islam bisa kembali bangkit menjadi generasi yang kaya akan IPTEK seperti para pejuang Islam terdahulu?

Pertama, dalam konsep kultur sosial islam, sebagaimana yang dikatakan Al-Ghozali, ”Rusaknya umat karena rusaknya pemimpin, rusaknya pemimpin karena rusaknya ulama.” Jadi perbaikan pertama untuk mencerdaskan umat ini dimulai dari perbaikan ulama, saat ini alhamdulilah sudah ada program-program kaderisasi ulama yang dibina oleh majelis ulama dan in syaa Allah majelis intelektual dan ulama MUI di Indonesia dan lembaga-lembaga Islam di Indonesia.

Cuma ini memang masih sangat kurang, masih sangat minim sekali, sangat miskin sekali karenanya ini perlu perhatian khusus dari segenap tokoh dan masyarakat untuk ikut serta juga pemerintah untuk mendukung program kaderisasi ulama ini.

BACA JUGA

UNIDA Ingin Duduk Bersama Universitas-universitas Kelas Dunia

Belajar Jadi Pengusaha Teladan dan Bermanfaat bagi Umat

Abad Kedua Gontor Dimulai Hari Ini!

Titik Terang Kembalikan Lunturnya Adab dalam Dunia Pendidikan  

Kembali ke Fitrah: Apa yang Berubah Setelah Ramadhan?

Kedua, para ulama harus kembali pada posisinya, penyakit terbesar para ulama adalah cinta dunia, kalau sudah berhubungan dengan para penguasa sudah masuk ke dalam dunia politik akhirnya mereka lupa dengan posisinya dan tidak lagi menjadi teladan bagi dari pada umat.

Jadi, kalau ingin membangkitkan umat Islam di Indonesia pada khususnya, maka para ulama harus kembali kepada posisinya sebagai orang yg menyebarkan ilmu-ilmu Allah dengan cara takut kepada Allah SWT lalu mendidik sebanyak-banyanya.

Lantas kemudian mengajak pemerintah untuk bersama membangun kecerdasan ulama-ulama ini dan memberikan kesejahteraannya. Supaya mereka tidak gampang terpancing kepada urusan dunia meskipun itu bukan menjadi satu alasan.

Ketiga, pendidikan agama di sekolah juga pendidikan orang tua di rumah. Terhadap pendidikan agama, ini yang harus diperbanyak dan media-media Islam juga harus bersatu bagaimana cara membangun kecerdasan umat ini.

Apa peran pesantren dalam pembentukan ulama intelek?

Pertama, alhamdulilah sampai saat ini pesantren masih berperan penting sebagai benteng utama di Indonesia. Bahwa di sana ada pesantren yang misorientasi atau tidak menjadi sarana untuk tafaquh fi diin itu mungkin bisa menjadi improvisasi walaupun sebenarnya ini jangan menjadikan pesantren-pesantren ini kehilangan arah sebagai pusat tafaquh fi din.

Kedua, alhamdulilah alumni-alumni pesantren sampai sekarang masih ada yang komit. Dimana saat mereka keluar dari pesantrennya, mereka masih tetap berjuang menegakkan agama Allah dan mengajarkan ilmu-ilmunya.

Apa peran Miumi dalam pembentukan ulama intelek?

Alhamdulilah kami (MIUMI) telah melakukan percepatan, jadi kita tidak bergerak sendiri-sendiri untuk para tokoh ormas atau tokoh umat yg mainstreamnya ke umat bukan kekuasaan. Jadi kita berbasis masa untuk bekerja sama bersatu mencerdaskan umat dalam dua bentuk, pertama pembinaan dan kedua perlindungan dari arus aliran sesat yang sedang berkembang.

Sebab kedua itu harus dilakukan. Kalau pembinaan tidak disertai dari perlindungan akidah atau perlindungan umat dari aliran sesat, maka ini semua bisa mengacaukan apa yg sudah kita bangun. Karena itu, MIUMI juga sedang berupaya hendak melakukan kaderisasi ulama dan merekrut ulama-ulama yang ada di seluruh Indonesia, termasuk para ulama muda yang mainstreamnya tertuju ke umat.

Bagaimana Prosedurnya?

Dengan bekerja sama pada lembaga-lembaga Islam yang ada di Indonesia khususnya.

Bagaimana pandangan anda terhadap kurikulum pendidikan di sekolah-sekolah di Indonesia yang saat ini?

Pendidikan kita sekarang, kesatu sangat materialistik, kedua dikotomis agama dan non agama, ketiga sekularisme sangat kencang, keempat liberalismenya juga luar biasa, kelima porno yang sudah ada dan menjalar di sekolah-sekolah. Fakta inilah yang kini terjadi di sejumlah lembaga pendidikan.

Kurikulum pendidikan saat ini terkesan ikut menutup-nutupi kebenaran sehingga banyak korban pelajar yang tidak mengenal hasil jerih payah para tokoh Islam terdahulu. Lalu jika ada yang mengusulkan perubahan kurikulum pendidikan, bagaimanakan sikap anda?

Saya setuju! Bagus sekali! Itukan kejujuran intelektual yang harus dibangun dikalangan intelek, dan di  tengah masyarakat. Jadi budaya plagiator dan ketidakjujuran harus dihilangkan dalam sisi keilmuan.

Apa usulan anda tentang hal ini?

Kelihatannya diknas dan depag harus memperhatikan tokoh-tokoh umat dalam menyusun tinjauan instruksional umum maupun khusus. Minimal di daerah itu harus dilibatkan. Bahwa nanti ditingkat tehnis pokok bahasan dan sub pokok bahasan bisa dilibatkan pada ahlinya atau guru, tetapi secara garis besar  untuk menentukan arahan pendidikan dan pembahasan harus melibatkan para tokoh. Karena sejujurnya departemen agama atau pendidikan nasional juga kekurangan informasi, kekurangan sumber daya manusia, dan terutama kekurangan cahaya, di mana mereka butuh pada bantuan para ulama.

Menurut anda, mungkinkah harapan ini bisa terjadi?

Sangat mungkin. Dan sebetulnya diknas juga telah mengundang (meski tidak sering) dari pihak swasta juga beberapa pakar sudah beberapa kali diajak. Itu sudah dilakukan oleh depag hanya saja ruang lingkupnya masih kecil dan seringkali antara yg dirapatkan dan yg dilaksanakan berbeda. Dan yang membahyakan saya pernah menjadi korban, jadi tokohnya diundang hanya untuk membocorkan dana abadi umat misalnya. <Edithya Miranti>

 

Tags: Bachtiar NasirLcPimpinan AQlSekjend MIUMIUlama intelek
Share44Tweet28Send
Previous Post

Gempa 6,4 SR Guncang Jatim, Tiga Orang Meninggal Dunia

Next Post

Pasca Gempa Gubernur Jatim Gelar Rapat Terbatas

Edithya Miranti

Edithya Miranti

Redaksi Majalah Gontor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

Menggapai Ridha Allah dengan Memudahkan Urusan Sesama

6 September 2026
60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Ikuti Haflah Tilawatil Qur’an Ke-5

5 September 2026
Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

Lulus Tahsin, 60 Siswa SIT Insantama Leuwiliang Naik Level ke Program Tahfizh

6 September 2026
YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

YMI Peduli Wakafkan 100 Sepeda kepada Gontor

3 September 2026
Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

Haflah Tilawatil Qur’an SIT Insantama Leuwiliang, Orang Tua: Jadikan Al-Qur’an Lentera Kehidupan

5 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

0
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

0
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Kunci Sukses dalam Hidup

Kunci Sukses dalam Hidup

9 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result