Islamabad, Gontornews — Pasukan Pakistan dan India saling baku tembak di wilayah Kashmir yang dikuasai Pakistan di wilayah Himalaya yang disengketakan, kata para pejabat, Rabu (1/7). Peristiwa itu menewaskan seorang bocah laki-laki.
Dalam sebuah pernyataan, militer Pakistan mengatakan India menargetkan penduduk sipil dengan artileri, mortir dan senjata lainnya pada malam sebelumnya di desa perbatasan Lipa.
Sebaliknya India menyalahkan Pakistan karena memulai baku tembak.
Rajesh Kalia, jurubicara militer India, mengatakan pasukan Pakistan menyerang Desa Naugam dan Baramulla. Pihak India kemudian merespons serangan itu.
Kedua negara yang memiliki senjata nuklir itu sering terlibat baku tembak di wilayah Kashmir, yang terbelah menjadi dua bagian. Satu bagian dikuasai India, dan bagian yang lain dikuasai Pakistan.
Baku tembak mematikan terakhir terjadi beberapa jam setelah puluhan diplomat India dan Pakistan kembali ke negaranya masing-masing karena diusir.
India sebelumnya telah memerintahkan Pakistan untuk mengurangi staf kedutaannya di New Delhi hingga setengahnya dan memanggil setengah dari staf kedutaannya sendiri di Islamabad.
Meskipun kerap ribut, Pakistan dan India tetap pada kesepakatan untuk pertukaran tahanan setiap 1 Juli. Islamabad pada hari Rabu menyerahkan nama 324 tahanan India yang dipegangnya sementara New Delhi menyerahkan daftar nama 362 tahanan Pakistan yang ditahan di India. []





















