St Martin, Gontornews — Petugas keamanan pantai Teknaf di Bangladesh berhasil menghentikan perdagangan manusia yang melibatkan 33 penumpang yang merupakan etnis Rohingya. Dari ke-33 orang pengungsi Rohingya yang berhasil diselamatkan terdiri dari 14 orang laki-laki, 10 wanita dan 9 anak-anak.
Selain mengamankan 33 pengungsi Rohingya yang hendak diperdagangkan, petugas keamanan pantai Teknaf juga mengamankan 6 orang yang diduga terlibat dalam sindikat perdagangan manusia.
“Para agen (perdagangan manusia) akan segera dituntut. Sedangkan ke-33 warga Rohingya dikembalikan ke kamp pengungsian masing-masing,” ungkap Komando Pasukan Penjaga Pantai Teknaf, Lt Faizul Islam Mondo sebagaimana dilansir Dhaka Tribune.
“Kami menerima informasi tentang kapal pukat dan melakukan razia untuk menangkap agen dan menyelamatkan pengungsi Rohingya,” tambah Faizul Islam.
Sejak 26 Agustus 2017, lebih dari 700.000 warga Rohingya mengungsi ke Bangaldesh setelah tidak mendapatkan kepastian hak kewarganegaraan dan kejahatan kemanusiaan yang dilakukan oleh militer Myanmar di Rakhine. Meski demikian, Bangladesh-Myanmar tengah mempersiapkan proses repatriasi pengungsi Rohingya untuk tahap pertama pada pertengahan bulan November mendatang. [Mohamad Deny Irawan]



















