Kuala Lumpur, Gontornews — Malaysia pada hari Selasa (8/8) membuka penyelidikan atas kerugian besar Bank Sentral lebih dari dua dekade yang lalu, sebuah langkah yang menurut oposisi ditujukan untuk menggagalkan usaha mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad untuk menggulingkan pemerintah.
Panel lima anggota akan melihat kerugian miliaran dolar AS yang dikeluarkan oleh Bank Negara Malaysia melalui perdagangan valuta asing di awal 1990-an, selama Mahathir menjabat sebagai perdana menteri.
Komisi Penyelidik Kerajaan yang ditunjuk pemerintah akan memulai sidang 10 hari pada tanggal 21 Agustus dan memiliki kekuatan untuk merekomendasikan tindakan terhadap orang yang terlibat dalam menyebabkan kerugian.
Mahathir (92), memimpin Malaysia selama 22 tahun sebelum mengundurkan diri pada tahun 2003. Dia telah meminta Najib Razak, perdana menteri saat ini, untuk mengundurkan diri akibat skandal pencucian uang miliaran dolar AS. Dana tersebut sedang diselidiki di beberapa negara bagian. Namun Najib membantah tuduhan tersebut.
Mahathir sekarang memimpin sebuah koalisi oposisi yang bertujuan untuk menyingkirkan Najib dalam pemilihan umum yang dijadwalkan pada pertengahan 2018.
Para pendukung Mahathir telah mengkritik penyelidikan tersebut sebagai tipu muslihat untuk memberangus lawan politik. [Rusdiono Mukri]





















