Akcakale, Gontornews — Tentara Suriah akan diturunkan di wilayah perbatasan Suriah-Turki untuk membantu pasukan Kurdi dalam menghadapi pasukan Turki. Hal itu dilakukan setelah terjadi kesepakatan antara kepemimpinan Kurdi dengan Pemerintah Presiden Bashar al Assad.
Langkah yang diumumkan pada hari Minggu (13/10) kemarin merupakan perubahan besar dalam aliansi Kurdi Suriah dalam menghadapi Turki.
Dalam sebuah pernyataan yang diposting di akun facebook, Kurdi mengatakan pihaknya telah menjalin perjanjian dengan Pemerintah Suriah dan membantu untuk melawan dorongan Turki yang sedang berlangsung.
“Untuk mencegah dan menghadapi agresi ini, sebuah kesepakatan telah dicapai dengan pemerintah Suriah. Sehingga tentara Suriah dapat dikerahkan di sepanjang perbatasan Suriah-Turki untuk membantu Pasukan Demokratik Suriah (SDF),” kata pernyataan itu dikutip laman Aljazeera.
Selain itu, pernyataan tersebut juga mengatakan jika kerjasama Kurdi dan Pemerintah Suriah akan memungkinkan terjadinya pembebasan kota-kota Suriah lainnya yang diduduki oleh tentara Turki seperti Afrin.
Tentara Turki dan sekutu, kelompok oposis Suriah telah mengusir pasukan Kurdi dari Afrin pada 2018 lalu dan berhasil menguasai wilayah tersebut untuk dijadikan tempat tinggal bagi pengungsi Suriah.
Sebelumnya pada hari Minggu, kantor berita pemerintah Suriah, SANA melaporkan Damaskus, yang didukung olehmiliter Rusia dan Iran, telah mengirim pasukan ke Utara negara itu untuk menghadapi agresi Turki.
Kembalinya pasukan pemerintah Suriah ke wilayah yang sebelumnya telah menjadi wilayah pemerintahan otonom Kurdi selama perang di Suriah, akan semakin memperkuat kekuasaan Assad atas negara itu, dan meningkatkan risiko bentrokan antara Suriah dan Turki.
Perkembangan tersebut juga mencerminkan kekacauan yang semakin meluas sejak Presiden AS Donald Trump memerintahkan pasukan AS di wilayah itu untuk mundur serta membuka jalan bagi serangan Turki terhadap kelompok Kurdi yang dianggap Turki sebagai teroris.[Devi Lusianawati]






















