Jakarta, Gontornews–Potensi zakat di Indonesia mencapai Rp 217 triliun. Namun, dalam realitasnya di lapangan baru mencapai Rp 5 triliun pada akhir 2016 lalu.
Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) pun mengimbau agar lembaga amil zakat (LAZ) di berbagai wilayah Indonesia dapat menggenjot penghimpunan zakat yang juga disertai dengan pelaporan yang transparan.
Ketua BAZNAS Bambang Sudibyo mengatakan, tahun ini penghimpunan zakat secara nasional yang dilakukan oleh seluruh organisasi pengelola zakat resmi di Indonesia ditargetkan mencapai Rp 6 triliun atau meningkat 20 persen dari 2016.
Menurutnya, target tersebut cukup realistis mengingat di tahun sebelumnya zakat bertumbuh hingga 38,8 persen.
Dikatakannya, pertumbuhan zakat tumbuh jauh dari rata-rata pertumbuhan ekonomi yang 5,8 persen. Untuk mencapai target tahun ini langkahnya, kata dia, melalui koordinasi dan pelaporan LAZ yang lebih baik.
Menurutnya, penghimpunan zakat yang membaik terjadi ketika pelaporannya juga membaik. Sebagai contoh, Lembaga Amil Zakat Muhammadiyah, yang melakukan koordinasi dan pelaporan yang baik pada tahun lalu berhasil mengumpulkan dana sosial hingga Rp 421 miliar.
“Saya berharap kalau LAZ lainnya melakukan hal sama dan melaporkan ke kami dengan baik maka statistik juga akan membaik,” tukasnya seperti dilansir ekonomisyariah.go.id kemarin. (Muhammad Khaerul Muttaqien)

















