Anak-anak muda Indonesia saat ini makin terdepan dalam menampilkan segudang kemampuan dan prestasi di bidang pendidikan. Hal itu tampak dari banyaknya anak bangsa yang diterima untuk melanjutkan studi di perguruan tinggi ternama di Indonesia dan dunia, khususnya lewat jalur beasiswa. Banyaknya peluang beasiswa ini menambah peluang generasi muda untuk terus berprestasi tanpa harus khawatir dengan biaya. Kemiskinan bukan halangan untuk meraih cita.
Sekilas pengantar di atas tentunya mengundang banyak pertanyaan, terlebih tentang peran besar lembaga-lembaga pemberi beasiswa di antaranya Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia dalam mencerdaskan anak bangsa. Karena itu, Edithya Miranti, Reporter Majalah Gontor mencoba menggali lebih dalam tentang hal ini kepada H Mohamad Arifin Purwakananta MIKom selaku Deputi 1 Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Republik Indonesia. Berikut ulasannya:
Mohon dijelaskan secara singkat apa itu beasiswa BAZNAS?
Program Beasiswa BAZNAS adalah sebuah program yang dikembangkan oleh BAZNAS sebagai penyaluran zakat, infaq, sedekah dan dana sosial keagamaan lainnya untuk memberikan bantuan biaya pendidikan kepada mereka yang membutuhkan. Terdiri dari beberapa program yang dikembangkan untuk membantu siswa, mahasiswa, termasuk mahasiswa pascasarjana agar menjadi insan yang mandiri, bermanfaat, dan menjadi cara memerdekakan warga dari kemiskinan. Karena pendidikan dinilai dapat membantu seseorang naik levelnya dari kondisi saat ini menjadi kondisi yang lebih baik. Oleh sebab itu, BAZNAS mendefinisikan pendistribusian zakat, infaq, dan sedekah melalui asnaf fi sabilillah untuk program-program yang diberi nama Beasiswa BAZNAS dalam berbagai jenis.
Apa saja jenis beasiswa yang ditawarkan oleh BAZNAS?
Beberapa program beasiswa yang sekarang dikembangkan misalnya Beasiswa Sekolah. Melalui beasiswa ini masyakarat dapat dibantu dari sisi biaya Pendidikan. Ada juga Beasiswa Cendekia BAZNAS yang membiayai masyarakat masuk sekolah, pendampingan, dan juga program penguatan personal dari para mahasiswa, baik yang ada berbagai universitas di Indonesia dan luar negeri seperti Malaysia, Mesir, dan sejumlah negara, termasuk program-program di negara-negara maju.
Siswa Sekolah Cendekia BAZNAS sejak lulus SD yaitu SMP dan SMA diberikan fasilitas gratis pendidikan (biaya sekolah, asrama, dan kehidupan selama SMP dan SMA) dan didorong agar dapat masuk ke Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terkemuka di Indonesia.
Mohon diuraikan sekilas tentang Beasiswa Santri BAZNAS?
Beasiswa Santri ini dibuat untuk mendorong santri agar bisa ikut tes masuk ke PTN yang cenderung lebih murah biayanya dengan memberikan bimbingan belajar di pesantren. Sehingga mereka layak untuk mengikuti tes masuk PTN terkemuka di Indonesia berupa kegiatan pelatihan, bimbingan belajar, dan penguatan dari para santri di pesantren-pesantren di Indonesia. Ini upaya untuk bisa menyamaratakan pesantren dengan sekolah unggul lain di kota besar. Sekolah negeri saat ini mudah dimasuki oleh sekolah-sekolah dari kota besar karena memiliki kemampuan untuk mendorong siswanya melakukan bimbingan belajar, penguatan mata kuliah untuk di tes ke PTN.
Apa manfaat jangka panjang yang dapat dirasakan oleh penerima Beasiswa BAZNAS?
Manfaat jangka panjang mulai terasa bahwa banyak mahasiswa penerima beasiswa mulai menyadari begitu penting dukungan zakat, infaq, dan sedekah terhadap penguatan pendidikan di Indonesia. Dengan semakin banyak lulusan penerima beasiswa yang menjadi sarjana, orang-orang baik, dan tokoh-tokoh, maka masyarakat akan paham sedemikian hebatnya ajaran zakat yang tidak hanya mampu membantu mereka yang kesulitan tapi juga menciptakan peradaban Islam yang baik di masa mendatang.
Apa dampak beasiswa BAZNAS bagi pendidikan di Indonesia?
Sangat terasa karena lulusannya banyak bekerja di berbagai tempat dan menjadi profesional dan mandiri sehingga keluarganya menjadi mandiri. Beasiswa S2 dan S3 dapat melahirkan ulama, kader ulama, dan tokoh-tokoh untuk mengharumkan serta menguatkan syiar Islam.
Bagaimana BAZNAS mengukur keberhasilan program beasiswanya?
BAZNAS selalu mengukur keberhasilan setiap programnya dan mengembangkan berbagai indeks untuk itu, seperti Indeks Zakat Nasional. Program-program yang dilakukan oleh BAZNAS RI maupun Lembaga Amil Zakat (LAZ) selalu diukur apakah mampu mendorong kemandirian masyarakat. Khususnya untuk program-program seperti ini, kita juga mengukur dampak kemandirian dari keluarga yang mendapat bantuan, apakah sudah naik pendapatannya menjadi Muzakki atau belum? Hal itu diukur melalui pusat kajian strategis yang dimiliki BAZNAS.
Bagaimana BAZNAS bekerjasama dengan lembaga pendidikan dan organisasi lain dalam menjalankan program beasiswanya dan apa manfaat dari kolaborasi tersebut?
BAZNAS sangat terbuka dan sering berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk mengembangkan program beasiswa ini. BAZNAS bekerjasama dengan ratusan perguruan tinggi negeri maupun swasta di Indonesia untuk yang berpredikat baik dan kerjasama dengan Universitas Al-Azhar di Kairo, Universitas Albukhary di Malaysia, dan universitas lainnya di berbagai negara, juga perusahaan untuk bisa melancarkan program ini agar lebih baik, luas jangkauannya, dan bermanfaat, serta kerjasama dengan pesantren dan lembaga lainnya. Khusus kerjasama ini BAZNAS juga bekerjasama dengan Kementerian Agama dan beberapa LAZ untuk melahirkan Beasiswa Zakat Indonesia. Dan ini kolaborasi berbagai lembaga seperti BAZNAS dan berbagai LAZ yang dikomandoi Kemenag untuk menjadi program bersama demi mendorong program beasiswa ini agar lebih berdaya guna.
Apa tantangan yang dihadapi BAZNAS dalam menjalankan program beasiswanya?
Tantangan terbesar yaitu jumlah kebutuhan penerima beasiswa yang sangat banyak, sedangkan sumberdayanya masih relatif sangat terbatas. Maka kami menghimbau berbagai pihak, baik masyarakat yang menunaikan ZIS dan dana sosial keagamaan lainnya untuk menyalurkannya melalui BAZNAS dan juga perusahaan-perusahaan yang ingin mengeluarkan zakat perusahaan dan Corporate Social Responsibility (CSR) yang akan disalurkan untuk program-program beasiswa. Lalu kita perlu menyaring dan membuat kebijakan untuk meratakan peserta yang diluluskan dalam seleksi Beasiswa Cendekia BAZNAS ini.
Apa rencana strategis BAZNAS untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas program beasiswanya?
Kami terus mengembangkan beasiswa ini dari sisi jenis penerimanya maupun fakultas yang dipilih. Kami mulai mendorong program-program yang mendukung studi di Matematika, Teknologi yang nantinya akan dibutuhkan lebih banyak di masa depan. Harapannya BAZNAS mendorong calon mahasiswa untuk bisa melanjutkan studi di program-program Matematika, Teknologi, dan sebagainya. Selain itu juga akan membersamai di program studi yang sebelumnya sudah ada, seperti Studi Agama, Kedokteran, dan lainnya yang sejak dulu sudah ada.
Kami juga berharap ada kolaborasi dari BAZNAS Indonesia, baik BAZNAS RI maupun BAZNAS Provinsi, Kabupaten, Kota untuk bisa berkolaborasi dalam seleksi dan penyelenggaraan pelaksanaan beasiswa kepada siswa. Sehingga tidak ada penumpukan dan pemerataan penerimanya dapat lebih baik. []


















