pesanan-baju-kaos
27 °c
Pecenongan
Tue
Wed
Tuesday, 15 September, 2026
Login
Langganan
gontornews.com
Daftar Pelatihan Guru Al Barqy
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result
gontornews.com
Langganan
Home Values Kolom

Belajar dari Kekalahan Perang Uhud

M Khaerul Muttaqien by M Khaerul Muttaqien
27 March 2019
in Kolom
0
Seruan Rasulullah Kepada Para Penguasa

Oleh : Ahmad Sastra, Cendekiawan Muslim

Meski telah menjadi fakta sejarah bahwa pasukan Rasulullah mengalami kekalahan di perang Uhud, namun peristiwa itu tidak menyurutkan Rasulullah untuk tetap memberikan semangat kepada kaum muslimin. Setelah memakamkan para mujahid yang gugur di perang Uhud, Rasulullah kembali melakukan demo militer untuk mengobarkan ruh jihad kaum muslimin.

Bahkan Rasulullah melakukan gerakan untuk menakut-nakuti musuh dan memperlihatkan kepada orang-orang Yahudi, munafik dan Arab bahwa kekalahan dalam perang Uhud tidaklah berpengaruh terhadap lemahnya semangat dan kemampuan bertempur kaum muslimin.

Diawali oleh pendapat para pemuda yang menghendaki pasukan muslim untuk keluar dari Madinah menyongsong musuh, sementara Rasulullah dan para sahabat senior menghendaki sebaliknya, memasukkan musuh ke kota Madinah. Adalah Abdullah bin Ubai bin Salul yang memperkuat pendapat Nabi untuk bertahan di Madinah.

BACA JUGA

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

1926: Ketika NU dan Gontor Menjawab Zaman

Nyali Kemandirian ala Pesantren

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak: Dari Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri untuk Mewujudkan Indonesia Emas yang Berkeadaban 2045

Ketika Rhoma Irama ‘Hadir’ di Gontor

Rasulullah mengambil keputusan yang berbeda dengan pendapatnya sendiri, yakni melakukan penyerangan terhadap kaum musyrik keluar Madinah. Keputusan Rasulullah justru menimbulkan kegalauan para pemuda yang nota bene penggagas ide tersebut.

Para pemuda berkata, “ Ya Rasulullah, kami telah memaksakanmu, padahal kami tidak berhak melakukan itu. Jika engkau ingin, maka tetaplah. Mendengar keraguan itu Nabi bersabda, “ Tidak layak bagi seorang Nabi, jika telah mengenakan baju perang, lalu meletakkannya kembali, hingga Allah memberi keputusan antara dirinya dan musuhnya”.

Namun sayang, Abdullah bin Ubai bin Salul tidak menaati perintah Rasul, ia membelot dengan membawa sepertiga pasukannya dengan memotong jalan dan kembali ke Madinah. Dengan nada egois, ia berkata, “ Nabi menuruti mereka dan tidak menurutiku. Kita tidak tahu mengapa harus membunuh diri kita di sini, wahai manusia”.

Ditegaskan oleh Ahmad Ratib ‘Armush bahwa Abdullah bin ‘Ubai bin Salul bukan dari golongan orang beriman, melainkan dari golongan munafik. Mereka memimpin ‘kolom kelima’ dalam istilah modern atas kaum muslimin. Tidak ada seorangpun yang membelot dari perang bersama dirinya kecuali termasuk ke dalam kemunafikan.

Perang Uhud terjadi pada hari Sabtu 15 Syawwal 3 Hijriyah atau 625 Masehi melawan pasukan tentara kafir Quraisy yang berjumlah 3000 orang, sementara pasukan kaum muslimin berjumlah 700 orang, sebab 300 orang membelot bersama Abdullah bin ‘Ubai. Rasul memberikan amanah kepada Mus’ab bin ‘Umair.

Sementara pasukan musuh ada Khalid bin Walid, Abu Sofyan, Hindun bin ‘Utbah, ‘Ikrimah bin Abu Jahal di bawah pemegang bendera bani Abd ad Dar. Meski jumlah yang tidak seimbang, namun pasukan kaum muslimin mampu mendesak pasukan Quraisy hingga dilihat oleh pasukan panah yang berdiri di atas bukit.

Sayangnya pasukan pemanah itu melanggar perintah Rasul dengan turun bukit ikut pasukan lainnya mengusir musuh dan mengumpulkan rampasan perang. Saat kritis inilah kemudian dimanfaatkan oleh Khalid bin Walid dengan melakukan intervensi strategis dengan merebut bukit yang ditinggalkan pasukan pemanah. Saat itulah tragedi kekalahan pasukan kaum muslim menjadi sejarah yang sangat memilukan.

Namun Rasul masih dapat mengendalikan diri, meskipun sahabat-sahabat terbaiknya syahid. Kepemimpinan sejati Rasulullah mampu menyatukan sisa-sisa pasukan setelah kocar kacir karena mendapat kabar gugurnya Rasulullah. Turut bersama Rasulullah: Abu Bakar, Umar, Ali, Thalhah, Zubair dan tiga puluh pasukan kaum muslimin.

Rasulullah dan para sahabat pergi sambil terus berperang habis-habisan. Para sahabat mengerumuni dan melindungi tubuh Rasulullah hingga satu demi satu berguguran. Bahkan Rasulullah mengalami luka akibat serangan musuh. Abu Dujanah dan Sa’ad bin Abi Waqqash berjibaku menghalau panah dan memanah musuh. Pada akhirnya pasukan Quraisy mundur dengan kemenangan sementara atas pasukan kaum muslimin.

Dari peristiwa sejarah kekalahan perang Uhud ini dapat diambil setidaknya empat pelajaran untuk perjuangan politik Islam umat hari ini:

Pertama, perang Uhud menjelaskan bahwa kemenangan Islam itu tidak terkait dengan jumlah. Buktinya jumlah pasukan kaum muslim di perang Badar lebih sedikit, tapi justru menang, sementara di perang Uhud dengan jumlah lebih banyak justru kalah. Sebab kemenangan adalah hak dan pertolongan Allah semata.

Kedua, perang Uhud menjelaskan pentingnya membersihkan barisan kaum muslimin dari orang-orang munafik dan yang beraqidah lemah. Barisan pejuang politik Islam hari inipun harus bersih dari gerombolan munafikun, sebab mereka lebih berbahaya dibanding kaum kafir sekalipun.

Ketiga, perang Uhud mengajarkan kepada kaum muslimin bahwa sunnah kehidupan [sebab akibat] itu tidak dapat digantikan. Ketika kaum muslimin mengambil sebab-sebab kemenangan, maka akan menang. Sebaliknya, jika sebab-sebab kemenangan diabaikan, maka kekalahan yang akan didapat.

Keempat, perang Uhud mengajarkan kepada kaum muslimin pentingnya disiplin militer dan memegang teguh perintah pemimpin, bagaimanapun kondisi dan situasinya. Para sahabat sadar bahwa kekalahan perang Uhud diawali oleh ketidakpatuhan pasukan panah atas perintah Rasulullah.

Kelima, perang Uhud mengajarkan pentingnya konsisten dengan niat sejak awal. Disorientasi pasukan panah untuk segera mengambil harta rampasan perang merupakan kelemahan-kelemahan fatal bagi pasukan kaum muslimin. Penyakit al wahn, cinta dunia dan takut mati telah menjadi virus ganas yang melemahkan dan melumpuhkan kaum muslimin hari ini.

Allah telah memberikan penjelasan atas fakta sejarah perang Uhud ini dalam al Qur’an. Ada beberapa ayat berikut berkaitan dengan kemunafikan dan disorientasi yang mengakibatkan kekalahan kaum muslimin:

Dan (ingatlah), ketika kamu berangkat pada pagi hari dari (rumah) keluargamu akan menempatkan para mukmin pada beberapa tempat untuk berperang. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakkal [QS Ali Imran: 121-122].

Dan sesungguhnya Allah telah memenuhi janji-Nya kepada kamu, ketika kamu membunuh mereka dengan izin-Nya sampai pada saat kamu lemah dan berselisih dalam urusan itu dan mendurhakai perintah (Rasul) sesudah Allah memperlihatkan kepadamu apa yang kamu sukai. Di antaramu ada orang yang menghendaki dunia dan di antara kamu ada orang yang menghendaki akhirat. Kemudian Allah memalingkan kamu dari mereka untuk menguji kamu, dan sesunguhnya Allah telah memaafkan kamu. Dan Allah mempunyai karunia (yang dilimpahkan) atas orang orang yang beriman [QS Ali Imran: 152].

Saat ini kaum muslimin secara politis jelas mengalami kekalahan, namun kondisi ini penting, agar umat Islam mengetahui mana musuh mana kawan. Jika bagi orang awam kalah itu penting, apalagi bagi para pejuang dakwah dan politik Islam, sebab mereka lebih harus mengetahui siapa saja yang ikhlas dan siapa yang tidak ikhlas dari para pendukung dakwah dan perjuangan ini.

Kekalahan perang Uhud menyingkap bagi Rasulullah dan para sahabatnya tentang siapa yang benar-benar beriman dan munafik. Sebab setelah itu, orang-orang munafik tidak akan berani kembali lagi.

Berdasarkan dimensi politis, kekalahan kaum muslimin pada peperangan dan perjuangan politik manapun adalah sebuah keharusan. Sebab kemenangan hanya akan dicapai saat telah dipisahkan dengan jelas, mana yang baik dan mana yang buruk, mana pejuang dan mana pecundang, mana orang amanah dan mana pengkhianat, mana pendukung perjuangan dan mana penghalang.

Keburukan itu harus dijauhkan dari perjuangan politik umat Islam hari ini, sehingga yang berjuang hanyalah orang-orang yang ikhlas karena Allah, meskipun sedikit jumlahnya, namun justru itu yang akan mendatangkan pertolongan Allah.

Berapa banyak jumlah yang sedikit dapat mengalahkan jumlah yang besar atas izin Allah. Sejarah peperangan Rasulullah membuktikan hal ini. Tinggal kita mau belajar dari sejarah ini atau tidak. Cara yang benar dalam perjuangan politik lebih baik dari sekedar jumlah yang banyak tapi menempuh cara yang salah.

Sementara fakta membuktikan bahwa demokrasi adalah jalan perjuangan yang sarat dengan kemunafikan. Demokrasi itu sendiri adalah sistem Barat yang akan menyeret muslim menjadi para pecundang dan pengkhianat agama. Jika kemunafikan adalah penghalang kemenangan Islam, maka demokrasi lebih dari sekedar kemunafikan. Maka tinggalkan demokrasi dan segera berjalan di atas manhaj yang benar dalam perjuangan Islam. Semoga Allah segera memenangkan agama ini, meskipun harta, tenaga, dan jiwa ini harus menjadi taruhannya.

Tags: Perang
Share186Tweet116Send
Previous Post

Israel Tutup Gerbang Al-Amud Masjid Al-Aqsha

Next Post

Din Syamsuddin di Moskow: Perlu Teologi Bersama Soal Kerukunan

M Khaerul Muttaqien

M Khaerul Muttaqien

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site is protected by reCAPTCHA and the Google Privacy Policy and Terms of Service apply.

  • Trending
  • Comments
  • Latest
Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

Rekonstruksi Pendidikan Akhlak di Era AI: Transformasi Generasi Stroberi Menuju Generasi Kemiri Berdasarkan Nilai-nilai Pendidikan dalam Surat Luqman

9 September 2026
Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

Festival Kaligrafi Internasional 100 Tahun Gontor Resmi Dibuka

9 September 2026
Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

Pendekatan Astronomis Penentuan Awal Ramadhan

15 January 2026
Tirakat Orangtua Untuk Anak

Tirakat Orangtua Untuk Anak

11 October 2023

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

0
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

0

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

0
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

0
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

0
Muslim yang Sempurna

Muslim yang Sempurna

12 September 2026
Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

Pesantren Darunnajah dan Rene Turos Group Kuatkan Ekosistem Literasi Santri

12 September 2026

Gontor Pelopor Penulisan Al-Qur’an

12 September 2026
Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

Gontor Persembahkan Kajian dan Pelatihan Seni Kaligrafi Khat Nasta’liq Irani 

11 September 2026
Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

Penutupan Festival Kaligrafi Internasional Hadirkan Tokoh Mancanegara

11 September 2026
gontornews.com

Kantor :
Jalan Taman Sejahtera No.1A RT.06 RW.03 (Samping Masjid Jami' Al-Munir) Gandaria Selatan, Cilandak, Jakarta Selatan
Telp : 021-29124801
Fax : 021-29124802
Layanan Pelanggan : 0819-1515-1456 (Khusus WA)
Email :
[email protected]
[email protected]
[email protected]

TENTANG KAMI

  • Profil
  • Redaksi & Manajemen
  • Info Iklan
  • Panduan Kebijakan Media
  • Berlangganan Majalah
  • Komplain Majalah
  • Privacy Policy

INSTAGRAM

Ikuti Kami

  • Bismillah.
Paket Perpustakaan.
EDISI TAHUN 2020 - 2025Hanya : Rp. 149.000,-
Didapatkan:
1. Isi 20 Eksemplar
2. Edisi Tahun Acak
3. + SUBSIDI ONGKIR 10.000,-Pesan Via WhatsApp
0812 3416 0133, 0858 1760 8802Website : www.gontornews.com
Instagram : @gontornews#majalahgontor
#majalahgontor
  • Bismillah.
tersedia baju kaos lengan panjang atau pendek. Warna putih dan hitam. Degan Sablon DTF.Ukuran : S, M, L, XLLink Pembelian : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Edisi Khusus Bulan September 2026 spsial 100 tahun .Pesan sekarang
https://bit.ly/pesan-majalah#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah, kami kembali membuka kesempatan kepada Alumni Gontor ataupun Pondok Alumni yang memiliki usaha yang ingin diperkenalkan melalui Majalah Gontor pada bulan oktiober ini.
Kami membuka 3 paket pilihan :
1. 1/4
2. 1/6
3. Iklan MiniLink pendaftaran : https://bit.ly/pasang-iklan-mgatau bisa lihat di link Bio.#majalahgontor #gontornews
  • Alhamdulillah Majalah Gontor Edisi Khusus Bulan September spesial100 tahun Gontor telah tersedia. Stok edisi khusus semakin menipis pula (Juli - September). Bagi yang belum memiliki bisa Langsung pesan melalui link berikut :
https://bit.ly/pesan-majalahJangan sampai kehabisan.Untuk Baju kaos bisa juga pesan melalui link ini : https://tinyurl.com/pesan-bajukontak bagian penjualan :
0812-3416-0133
#majalahgontor #gontornews #gontor #alumnigontor
  • Tersedia Ukuran:
S, M, L, XL, XXLWarna : Hitam dan Putih
Sablon : DTF
  • Kumpul-kumpul alumni di acara puncak 100 Tahun gontor boleh juga ini. Silahkan yang mau pesan bisa langsung ke link berikut : https://tinyurl.com/pesan-kaos
atau bisa pesan ke nomor yang ada pada flyer.Bahan : Cotton Combed 24s
Warna tersedia : Hitam dan Putih
Tersedia lengan pendek dan lengan panjang.
Ukuran : S, M, L, XL, XXL.Catatan:
Gambar yang ada pada katalog ini mungkin tidak 100% akurat dengan aslinya. Hal tersebut disebabkan adanya faktor perbedaan cahaya dan tampilan pada media elektronik yang digunakan.#gontornews #majalahgontor
  • Bismillah, PRE-ORDER
Limited Edition
Tersedia Warna Hitam dan Putih
Ukuran yang tersedia : S, M, L, XL, XXL
Bahan : Cotton Combed 24s
Sablon : DTFLink Pemesanan : https://tinyurl.com/pesan-baju#majalahgontor
#gontornews
  • Bismillah.  Alumni Gontor 2007 wakaf 100 unit sepeda untuk guru-guru di Gontor
Insya Allah akan diserahkan secara simbolis pada acara peringatan 100 tahun Gontor.#majalahgontor #gontornews #gontor #pondokmoderngontor @risang.wijanarko @pondok.modern.gontor

© 2023 gontornews.com. All Rights Reserved

Banner Footer
▲
  • Home
  • News
    • Dunia
    • Nasional
    • Nusantara
  • Inspirasi
    • Sirah
    • Dakwah
    • Hidayah
    • Ihwal
    • Jejak
    • Sukses
    • Mujahid
    • Oase
  • Pendidikan
    • Virtual Tour Pesantren
    • Lembaga
    • Buku
    • Beasiswa
    • Risalah
    • Khazanah
    • Keluarga
  • Muamalah
    • Ekonomi
    • Peluang
    • Halal
    • Rihlah
    • Konsultasi
  • Tadabbur
    • Tafsir
    • Hadis
    • Dirasah
  • Values
    • Tausiah
    • Sikap
    • Mahfudzat
    • Kolom
    • Afkar
  • Saintek
    • Sains
    • Teknologi
    • Kesehatan
    • Lingkungan
  • Laput
    • #IBF2020
  • Wawancara
  • Gontoriana
    • Pondok
    • Trimurti
    • Risalah
    • Alumni
  • Berlangganan
  • MG Digital
  • Login
No Result
View All Result